Mitrapost.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf turut menyoroti kasus kekerasan seksual di Kabupaten Pati. Ia mengecam aksi bejat yang dilakukan tersangka.
“Kami tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ada pesantren dijadikan kedok,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah menurunkan tim untuk pendampingan pada korban.
“Kami lakukan pembicaraan lebih lanjut dengan keluarganya dan kira-kira apa yang bisa kami berikan dukungan dalam rangka pemberdayaan. Jadi, tim dari Kemensos sudah ada di sana dan kami sedang melakukan dialognya secara bertahap,” paparnya.
Menurutnya, santri yang menjadi korban perlu diberikan perlindungan menyeluruh dengan pendekatan rehabilitasi dan pemberdayaan.
“Kita harus jaga para santri ini, tidak hanya korban tapi juga santri lainnya. Semua harus kita beri perlindungan, sekaligus rehabilitasi dan pemberdayaan,” jelasnya.
Layanan psikososial dan residensial juga disiapkan untuk membantu korban. Kemensos juga melakukan pengukuran lebih lanjut sebagai dasar intervensi kebijakan.
“Belum bisa kami ukur, nanti kami sampaikan ke BPS untuk dilakukan pengukuran. Insya Allah akan ketahui dalam beberapa waktu ke depan,” paparnya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk membantu mengawasi lingkungan pendidikan.
“Mari kita sama-sama berikan pengawasan secara ketat dan jangan disamaratakan. Banyak pesantren yang telah mendidik dengan sungguh-sungguh para santrinya,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
