Pati, Mitrapost.com – Gedung permanen Sekolah Rakyat yang berlokasi di kompleks kantor Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati memiliki kapasitas 1.000 siswa untuk SD hingga SMA. Gedang itu diprediksikan bakal beroperasi bulan Juli 2026 ini.
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Kabupaten Pati tahun ini mendapat kesempatan untuk dibangunkan gedung permanen Sekolah Rakyat. Progres pembangunan itu, lanjut dia, mencapai kurang lebih 50 persen.
“Alhamdulillah sekarang sudah kurang lebih dari 50 persen, gedung permanen ini nanti akan menampung 1.000 siswa tingkat SD, SMP, SMA,” jelas Yusuf usai meninjau SRMP 12 Pati di komplek Sentra Margo Laras, kecamatan Margorejo, Jumat (15/05/2026) sore.
Tahun 2026 ini, jelas dia, Sekolah Rakyat di Tlogowungu nantinya akan menerima 300 siswa. Ratusan itu berasal dari jenjang SD, SMP dan SMA.
“Jumlah siswa pasti bertambah ya, untuk tahun ini alokasi kita 100 SD, 100 SMP, 100 SMA. Jadi nanti ada 300 siswa yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat bakal mendapatkan fasilitas asrama. Selain itu, sekolah juga bakal memberikan fasilitas berupa ruang perpustakaan, laboratorium dan sarana prasarana olahraga. Fasilitas itu, diharapkan bakal menunjang kegiatan pembelajaran siswa yang berkualitas.
Sekolah Rakyat ini, katanya, merupakan program dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk masyarakat tidak mampu. Data calon siswa, bakal diambil dari DTSEN Desil satu.
Hal itu pun, tambahnya, bakal dilakukan verifikasi terlebih dahulu oleh Dinsop3akb Pati, Pendamping PKH dan BPS. Setelah itu datanya bakal diserahkan kepada Bupati Pati serta dimintakan persetujuan Kemensos RI.
Yusuf menekankan proses itu harus dilakukan sesuai dengan aturan. Dia tidak menginginkan adanya praktik berupa suap atau KKN.
“Inilah proses penjangkauan yang diharapkan bersih, tidak ada titipan, tidak ada suap menyuap, tidak ada KKN, karena memang yang bisa sekolah disini mereka yang memenuhi kriteria,” tegasnya.
Gedung permanen itu, bakal digunakan oleh warga Kabupaten Pati yang tidak mampu. Pasalnya, tanah itu disediakan oleh Pemerintah Kabupaten.
“Karena ini tanahnya diselenggarakan oleh Pak Bupati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pati, maka yang bisa sekolah disini adalah Warga Kabupaten Pati, tapi kalau diselenggarakan oleh gubernur maka peserta didiknya bisa berasal dari kabupaten/kota,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengucapkan terimakasih kepada Mensos RI telah mendukung pembangunan sekolah rakyat di Bumi Mina Tani. Dia berharap melalui Sekolah Rakyat itu, anak-anak dari desil satu dapat menggapai cita-cita.
“Kami ucapkan terima kasih kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Pati sebagai upaya Pak Menteri mendukung kebijakan di Kabupaten Pati tentang Sekolah Rakyat ini,” ujarnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com






