Mitrapost.com – Perang suku di Jayawijaya, Papua Pegunungan pecah pada Jumat (15/5/2026) pagi. Perang terjadi di dua lokasi.
Akibatnya, sejumlah rumah warga terbakar karena kericuhan yang terjadi. Selain itu, ada juga korban jiwa dan korban luka.
“Akibat perang suku yang terjadi ada beberapa rumah dan honai yang berada di sekitar area perang suku Kali Uwe Wouma dibakar,” ujar Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara dilansir dari Kompas.
“Namun, dikarenakan perkembangan situasi dan kondisi sehingga kerugian materill belum dapat didatakan,” lanjutnya.
Diketahui, perang suku antara Suku Hubla (Kurima) terjadi di Distrik Woma. Sedangkan perang antara Suku Dani (Wamena) dan Suku Lanny terjadi di Muai, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya.
Sementara itu, korban yang tewas berjumlah dua orang. Kemudian 19 korban yang mengalami luka dilarikan ke rumah sakit.
“Dampak dari perang suku yang terjadi di beberapa lokasi, mengakibatkan dua orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 15 orang lainnya luka ringan. Seluruh korban sudah dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis,” paparnya.
Dampak dari perang suku yang terjadi di wilayah tersebut, banyak warga yang berlindung di Mapolres Jayawijaya dan Kodim 1702/Jayawijaya karena khawatir perang suku akan meluas.
“Akibat perang suku yang terjadi menyebabkan warga mengungsi ke beberapa titik. Untuk di Mako Polres Jayawijaya ada 609 pengungsi. Warga yang mengungsi ini ketakutan apabila perang suku ini semakin meluas,” paparnya.
Sebagai informasi, perang suku di wilayah tersebut terjadi akibat masalah denda adat usai kecelakaan terjadi dan menewaskan anggota DPRD dari Lanny. Peristiwa itu terjadi pada 2024 lalu.
Sempat ada mediasi yang dilakukan, namun tak menemui titik temu. Kemudian terjadi tragedi lagi jembatan gantung di Kali Uwe roboh saat massa melintas. Sehingga menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang. (*)

Redaksi Mitrapost.com


