Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada hari ini Selasa (19/5/2026) di level 6.599,21. Pelemahan ini berlanjut hingga satu menit perdagangan berlangsung.
IHSG dalam kondisi tekanan tinggi dan volatilitas ekstrem usai mengalami anjlok tajam di beberapa sesi terakhir.
Secara teknikal, market sudah masuk area oversold, sehingga peluang technical rebound mulai muncul. Namun tekanan “Sell in May”, capital outflow, dan kenaikan yield global masih menjadi ancaman utama bagi IHSG.
Berikut ini 5 saham yang dinilai masih berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada 20 Mei 2026 besok!
- BBNI – Bank Negara Indonesia
BBNI memiliki valuasi yang murah setelah ada koreksi besar. Fundamental bank yang tetap solid membuat saham ini masih layak untuk dilirik. Kemudian kredit korporasi dan retail juga masih tumbuh.
Saham ini berpotensi bergerak di kisaran Rp4.000— Rp4.200 atau naik 6% – 11%. Didukung oversold rebound sektor perbankan dan potensi technical bounce besar.
Namun ada risiko sangat sensitif foreign outflow dan tekanan rupiah.
- INCO – Vale Indonesia
INCO merupakan produsen nikel besar dengan cash flow kuat dan didukung tren EV jangka panjang.
Pergerakan saham ini berpotensi di kisaran Rp5.700 — Rp6.000 atau naik 7% – 13%. Didukung harga nikel mulai stabil dan rotasi dana ke sektor komoditas.
Namun ada risiko fluktuasi harga nikel global dan volatilitas tinggi.
- ISAT – Indosat Ooredoo Hutchison
Saham ini berpotensi naik 5% – 9% di kisaran Rp2.400 — Rp2.500. Secara fundamental, pertumbuhan data & digital tetap kuat dan margin membaik pasca integrasi bisnis.
Didukung saham defensif saat market tidak stabil dan sektor telco relatif tahan tekanan. Namun ada risiko kompetisi industri telco dab capital expenditure tinggi.
- MDKA – Merdeka Copper Gold
Secara fundamental, MDKA punya exposure ke emas & tembaga dan momentum kuat saat market rebound. Saham ini berpotensi naik 8% – 15% di kisaran Rp2.900 — Rp3.000.
Didukung emas sebagai safe haven dan technical rebound setelah tekanan besar. Namun ada risiko sangat volatil dan sensitif sentimen global
- ACES – Aspirasi Hidup Indonesia
Saham ACES merupakan kosumer defensif dengan cash flow yang stabil. Selain itu, ada recovery konsumsi domestik.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 5% – 10% atau di kisaran RP370 — Rp390. Didukung sektor retail mulai dilirik saat market volatile dan probabilitas historis Mei cukup baik.
Namun ada risiko daya beli masyarakat dan pertumbuhan moderat. (*)

Redaksi Mitrapost.com






