Meski IHSG Dibuka Melemah, 5 Saham Ini Tercatat Bervolatilitas Tinggi yang Cocok untuk Scalping

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Rabu (22/04/2026), dibuka melemah dengan indeks yang kehilangan sebesar 31,03 poin atau setara 0,41% ke level 7.528. Namun setelah 10 menit pertama, perdagangan baru terlihat rebound dengan penguatan 0,02% di posisi 7.560.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Saham ini tercatat tengah berada dalam fase volatilitas tinggi pasca aksi korporasi seperti stock split dan tekanan sentimen pasar, sehingga harga bergerak ekstrem dalam waktu singkat.

Biasanya, kondisi seperti ini menciptakan peluang rebound teknikal cepat maupun panic selling–bounce dalam satu sesi. Artinya, DSSA menjadi sangat ideal untuk strategi scalping agresif berbasis momentum.

BUMI – PT Bumi Resources Tbk

Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, saham BUMI sering membentuk micro swing berulang sehingga cocok untuk strategi range scalping maupun momentum cepat dengan target pendek.

Selain itu, BUMI tetap menjadi salah satu saham favorit bagi para scalper karena likuiditasnya yang sangat tinggi dan besarnya volume transaksi, yang hampir selalu menghasilkan pergerakan harga aktif setiap menit.

BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk

Diketahui, saham BREN tengah mengalami fase tekanan volatil akibat sentimen indeks dan pergerakan investor institusi. Hal ini menyebabkan harganya cenderung bergerak tajam, baik turun maupun technical rebound.

Dalam hal ini, karakter pergerakan seperti itulah yang sering menciptakan peluang dead cat bounce intraday maupun quick reversal.

MDIA – PT Intermedia Capital Tbk

Sebagai perusahaan induk dari PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV) yang merupakan salah satu stasiun televisi terestrial swasta terkemuka di Indonesia, MDIA belakangan ini menunjukkan aktivitas transaksi yang sangat tinggi dengan volume besar dan range harga lebar dalam satu hari.

Karakter seperti itulah yang membuat saham MDIA sering mengalami lonjakan dari low ke high dalam satu sesi, sehingga cocok untuk scalping berbasis breakout kecil maupun reversal cepat, terutama saat ada peningkatan minat trader ritel.

MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk

Pergerakan harga MDKA sering mengikuti dinamika logam dan sentimen global, sehingga dalam satu sesi dapat terbentuk pullback dan rebound cepat yang memberikan peluang quick trade dengan timing yang tepat.

Selain itu, saham ini juga disebut cocok untuk scalping karena merupakan saham tambang besar yang tetap memiliki volatilitas tinggi, terutama ketika sektor komoditas aktif. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati