Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di fase bearish volatile menjelang akhir Mei 2026.
Tekanan utama datang dari rebalancing MSCI & FTSE, foreign outflow besar, serta pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.800 per dolar AS. Namun kondisi ini justru memunculkan peluang technical rebound.
Berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada Jumat (29/5/2026) besok!
- BBTN – Bank Tabungan Negara
Harga saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.400 — Rp1.500 atau 6% – 12%. Secara fundamental, saham ini fokus pada pembiayaan perumahan nasional. Valuasi juga murah usai koreksi besar. Kemudian ada potensi pertumbuhan kredit tetap stabil.
Saham ini juga direkomendasikan sejumlah sekuritas untuk trading rebound. Selain itu, ada peluang oversold technical rebound sektor perbankan.
Namun ada risiko sensitif terhadap suku bunga dan foreign selling pada sektor bank.
- BREN – Barito Renewables Energy
Sektor energi terbarukan saat ini masih menjadi tema besar jangka panjang. Fundamental pertumbuhan saham ini juga kuat.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 8% – 15% atau Rp2.900 — Rp3.000. Didukung momentum rebound pasca tekanan MSCI dan sering menjadi saham dengan volatilitas tinggi saat market rebound.
Namun masih ada risiko volatilitas ekstrem dan sensitif sentimen asing.
- BRPT – Barito Pacific
Secara fundamental, BRPT bergerak di sektor diversifikasi bisnis petrokimia dan energi. Kemudian recovery sektor energi juga mendukung.
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.700 — Rp1.800 atau 7% – 13%. Didukung saham ini masuk rekomendasi trading beberapa sekuritas dan ada potensi echnical rebound setelah koreksi dalam.
Namun ada risiko harga energi global dan volatilitas market tinggi.
- TLKM – Telkom Indonesia
Potensi kenaikan saham ini mencapai 5% – 9% atau Rp3.200 — Rp3.400. Secara fundamental cash flow stabil, dominasi sektor telekomunikasi nasional, dan defensive play saat market tidak stabil.
Didukung saham ini merupakan salah satu big cap yang masih relatif kuat saat IHSG melemah. Sektor telco juga mulai jadi tempat rotasi dana defensif.
Namun tetap ada risiko pertumbuhan melambat dan kompetisi industri telco.
- EMAS – Hartadinata Abadi
Saham ini memiliki exposure terhadap emas dan safe heaven. Permintaah emas yang meningkay saat market panic membuat saham ini potensial.
Potensi kenaikan harganya mencapai kisaran Rp8.200 — Rp8.800 atau 8% – 16%. Saham ini direkomendasikan untuk trading oleh sejumlah analis. Selain itu, harga emas global juga masih tinggi.
Namun ada risiko likuiditas saham tidak sebesar big cap dan volatilitas tinggi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






