5 Saham Potensial untuk Scalping Hari Ini, Waspada Risiko Profit Taking

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 8 Juli 2026 mengindikasikan adanya potensi kenaikan lanjutan setelah pasar ditutup menguat pada hari sebelumnya. Meski demikian, tetap ada risiko profit taking setelah kenaikan tajam.

Kondisi ini potensial untuk scalping karena volume transaksi meningkat, sehingga likuiditas lebih baik. Selain itu, banyak peluang breakout dan pullback intraday. Adapun sektor perbankan masih menjadi perhatian karena salah satu penggerak utama indeks.

5 Saham Listing BEI yang Potensial untuk Scalping

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Likuiditas BMRI sangat tinggi dengan bid-ask tipis, sehingga cocok untuk scalping. Kinerja keuangan perusahaan juga masih solid. Pergerakan harga positif di area ideal, sehingga masih ada potensi kenaikan lebih lanjut.  Buy saat breakout resistance dengan volume naik, kemudian Sell setelah target 2-4% tercapai.

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

Likuiditas cukup baik ketika menjadi perhatian pasar, dengan kinerja keuangan masih dalam tahap pemulihan. Harga masih bertahan, dan mulai menunjukkan momentum sehat. Buy saat breakout di area konsolidasi dengan volume meningkat, lalu Sell jika target 4–7% tercapai atau candle mulai turun.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Likuiditas cukup tinggi dengan fundamental yang baik. Pergerakan harga masih positif dan belum jenuh beli. Buy saat breakout resistance dengan volume besar, kemudian targetkan keuntungan 4–6% sebelum Sell saat mulai bearish.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Likuiditas sangat tinggi dengan frekuensi transaksi besar. Prospek didukung sentimen sektor emas sehingga menjadi salah satu saham yang aktif diperdagangkan. Pergerakan harga di area sehat, dan masih ada peluang kenaikan. Buy saat breakout resistance atau pullback jangka pendek, lalu targetkan profit 3–6% atau ketika volume mulai menurun.

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)

Likuiditas cukup tinggi untuk sektor energi. Fundamental didukung bisnis distribusi gas dan energi, namun harga juga dipengaruhi sentimen komoditas. Posisi harga berada di area ideal, dan masih ada potensi golden cross. Buy on weakness di area support atau saat breakout resistance setelah volume meningkat, kemudian Sell setelah target 3–5% tercapai. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati