IHSG Melanjutkan Koreksi Sebelumnya, Berikut Saham Berpeluang Technical Rebound untuk Scalping

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026 dibuka melanjutkan koreksi sebesar 3,89% dan berada pada zona merah di level 6.121,035 setelah libur panjang Hari Raya Idul Adha.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Dalam kondisi pasar tertekan, saham BBRI sering mengalami oversold intraday lalu memantul cepat akibat aksi beli jangka pendek, sehingga memberikan peluang quick trade di area support maupun saat terjadi rebound teknikal.

Selain itu, BBRI juga menjadi salah satu saham dengan likuiditas dan frekuensi transaksi tertinggi di BEI, sehingga sangat responsif terhadap pergerakan IHSG yang melemah hari ini.

BUVA – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk

Di tengah melemahnya pasar, saham seperti BUVA dengan volatilitas tinggi biasanya mengalami lonjakan volume dan pergerakan harga yang cepat dalam satu sesi, sehingga cocok untuk strategi momentum scalping maupun memanfaatkan reversal cepat setelah tekanan jual.

BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Dalam kondisi market yang melemah, BBCA sebagai saham big cap paling likuid sering membentuk range intraday yang cukup jelas dengan pantulan teknikal cepat setelah tekanan jual di awal sesi, sehingga menarik untuk strategi pullback trading dengan risiko relatif lebih terukur.

BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Dalam kondisi IHSG melemah seperti hari ini, saham BMRI dengan volatilitas intraday yang cukup agresif sering mengalami pergerakan cepat dua arah akibat aksi jual dan beli jangka pendek, sehingga menciptakan peluang micro swing yang ideal untuk scalper.

DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Dalam kondisi market yang lemah, saham DSSA sering mengalami penurunan tajam lalu diikuti technical rebound cepat dengan volume besar, sehingga menciptakan peluang momentum spike maupun quick reversal dalam timeframe pendek. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati