IHSG Mulai Menguat Awal Juni, Peluang Lanjutan Diprediksi Masih Terbuka untuk Perdagangan Saham Besok

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (02/06/2026) menunjukkan adanya penguatan sebesar 1,49% (naik 91,48 poin) ke level 6.218,86, didukung membaiknya sentimen investor terhadap stabilitas pasar domestik.

Untuk perdagangan Rabu, 03 Juni 2026, peluang penguatan lanjutan masih terbuka, meskipun kemungkinan akan disertai aksi ambil untung jangka pendek pada beberapa saham yang telah naik tajam, dengan fokus di sektor perbankan, energi, dan komoditas yang menjadi motor penguatan sesi hari ini.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Dalam kondisi pasar yang sedang mencari konfirmasi pemulihan pasca tekanan Mei, bank berlikuiditas tinggi seperti BBRI berpotensi tetap menjadi tujuan utama dana institusional, terlihat dari penutupan perdagangannya di posisi Rp3.020.

Selain itu, BBRI juga menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks pada sesi pertama yang menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk ke sektor perbankan. Oleh karena itu, proyeksi kenaikannya juga berdasar dengan rentang fase Rp3.050 — Rp3.171.

BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Dalam situasi pasar yang mulai membaik, saham perbankan besar sering menjadi kendaraan utama untuk menangkap pemulihan indeks secara keseluruhan, terlihat dari penutupan perdagangannya di posisi Rp4.150.

Kemudian, BMRI juga memperlihatkan kekuatan relatif yang baik selama sesi pembukaan dan memperoleh manfaat langsung dari rotasi dana ke sektor finansial. Oleh karena itu, proyeksi kenaikannya juga berdasar dengan rentang fase Rp4.191 — Rp4.357.

ANTM – PT Aneka Tambang Tbk

Ketika pasar mulai kembali mengambil risiko secara selektif, saham logam yang masih memiliki katalis struktural seperti ANTM cenderung mendapat perhatian lebih dibanding sektor yang pertumbuhannya lebih defensif.

Saham seperti ANTM yang tetap menarik karena kombinasi sentimen komoditas dan tema hilirisasi nasional ini sempat menutup perdagangannya di angka Rp3.040, dengan proyeksi kenaikan pada rentang Rp3.070 — Rp3.192.

BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk

Diketahui, BREN memiliki karakter pergerakan yang sensitif terhadap arus dana dan sering menjadi pilihan ketika investor kembali meningkatkan eksposur pada sektor energi, terlihat dari penutupan perdagangannya di posisi Rp4.110.

Selain itu, saham energi juga tetap berpotensi menjadi salah satu pusat perhatian pasar seiring membaiknya sentimen terhadap aset berisiko. Oleh karena itu, proyeksi kenaikannya juga berdasar dengan rentang fase Rp4.192 — Rp4.356.

DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Perlu diperhatikan, DSSA termasuk saham yang menonjol dalam kelompok energi pada awal perdagangan dan memiliki karakteristik pergerakan yang relatif agresif saat sentimen sektor membaik, dengan penutupannya di angka Rp650.

Dukungan dari bisnis energi serta eksposur ke berbagai lini usaha membuat saham ini berpotensi mencatatkan volatilitas yang lebih tinggi dibanding rata-rata pasar. Oleh karena itu, proyeksi kenaikannya juga berdasar dengan rentang fase Rp663 — Rp695. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati