Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini Jumat (5/6/2026) di level 5.778,24 atau melemah 61.55 poin (-1.05%) per 09.21 WIB.
IHSG mengalami tekanan besar karena sejumlah faktor seperti pelemahan rupiah, sentimen suku bunga, ketidakpastian global, hingga kekhawatiran terkait MSCI dan persepsi risiko pasar Indonesia.
Meski begitu, volatilitas pasar masih tinggi dan peluang profit cepat masih terbuka bagi trader harian. Fokus pada saham-saham dengan likuiditas kuat, volume besar, dan potensi technical rebound.
Berikut 5 saham yang dinilai potensial untuk scalping hari ini Jumat, 5 Juni 2026!
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk — BBRI
Saham ini menjadi saham paling likuid dengan volume transaksi harian yang besar. BBRI sempat mengalami technical rebound setelah tekanan jual akibat rebalancing indeks dan pelemahan IHSG. Kondisi ini membuat peluang trading jangka pendek terbuka.
Selain itu, aktivitas foreign flow yang tinggi membuat pergerakan intraday lebih aktif dibanding banyak saham lainnya. Saham ini cocok untuk scalping berbasis volume dan technical rebound.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk — BMRI
Saham ini menjadi salah satu saham bank besar yang menjadi fokus investor institusi. Volatilitas meningkat pasca ex-dividend dan koreksi pasar, sehingga sering muncul peluang rebound intraday.
Karena likuiditas tinggi, sehingga memudahkan trader masuk dan keluar posisi dengan cepat. Saham ini cocok untuk trader momentum yang mencari pergerakan cepat namun tetap likuid.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk — TPIA
Saham ini mengalami koreksi sangat dalam dan berada di area oversold sehingga berpotensi memunculkan technical rebound.
Selain itu, sejumlah analis juga memasukkan TPIA dalam daftar trading jangka pendek dengan strategi buy on weakness. Range pergerakan harian yang lebar sangat menarik bagi scalper.
TPIA pun menjadi salah satu kandidat terbaik untuk strategi rebound trading.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk — BBNI
Saham ini dalam kondisi sedang menguji area support penting setelah koreksi tajam disertai lonjakan volume.
Saham ini banyak dipantau pelaku pasar karena ada potensi pantulan teknikal dari area support tersebut. Likuiditas besar membuat risiko tersangkut relatif lebih rendah dibanding saham lapis dua.
Menarik untuk strategi buy on weakness dan sell on rebound.
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk — TOWR
Saham infrastruktur telekomunikasi ini sering menjadi tujuan rotasi dana saat pasar bergejolak. Saham ini cenderung lebih stabil dibanding saham komoditas, tetapi tetap mampu memberikan peluang intraday saat volume meningkat.
TOWR cocok sebagai alternatif defensif ketika volatilitas sektor lain terlalu tinggi. Saham ini menarik untuk scalper yang menginginkan volatilitas lebih terukur. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






