Pati, Mitrapost.com – Kabupaten Pati, Jawa Tengah baru mempunyai satu ruang terbuka publik yang representatif. Hal itu dinilai kurang dengan luasnya wilayah Pati.
Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Henri Setiawan menyebut, satu ruang terbuka publik representatif itu berada di pusat kota yaitu Alun-alun Simpang Lima Pati. Menurutnya, tempat itu sering digunakan untuk beraktivitas masyarakat.
“Itu yang representatif, biasanya menarik masyarakat untuk beraktifitas itu di sana (Alun-alun Simpang Lima Pati),” ujar Henri.
Dia mengatakan, berdasarkan catatan dari DLH Kabupaten Pati, selain Alun-alun Simpang Lima Pati terdapat pula ruang terbuka publik lainnya. Namun, jelas dia, ruang terbuka publik yang lain itu dinilai kurang representatif. Sementara itu, Pemkab Pati terkendala anggaran untuk melakukan perbaikan ruang publik yang lain.
“Padahal kita ada beberapa seperti Hutan Kota Kalidoro, Huta Pelangiran, terus Alun-alun Timur, yang lainnya, Tayu, Juwana, Jakenan, Kayen. Tapi itu masih belum tersentuh dengan kami (Anggarannya),” terangnya.
Sebelumnya, DLH Kabupaten Pati juga telah mengusulkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan penataan terhadap Alun-alun Tayu dan Juwana. Hal itu pun masih terkendala terhadap anggaran.
“Kepinginnya semacam itu, beberapa tempat sudah diusulkan termasuk di Alun-alun Tayu kemarin sudah pernah diusulkan, Juwana,” ujarnya.
Guna melakukan penambahan ruang terbuka publik representasi itu, Disdagperin Pati juga tengah berupaya meramaikan kembali Alun-alun Kembang Joyo.
“Untuk yang lainnya, termasuk Alun-alun timur sudah diupayakan dari Disdagperin masih kurang maksimal,” tandas Henri. (*)

Wartawan Mitrapost.com






