Pati, Mitrapost.com – Jumlah penumpang angkutan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Imbasnya, sebanyak tiga trayek berhenti beroperasi.
Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pati, Suyanto, menyebut angka penurunan penumpang angkutan di Kabupaten Pati lebih dari 50 persen.
Selama ini, kata dia, angkutan hanya diminati sebagian kalangan pelajar di area perkotaan, dan pedagang yang telah berlangganan.
“Kalau penumpang penurunannya hampir lebih dari 50 persen dan saat ini yang di angkutan itu hanya anak sekolah, pedagang. Kalau dulu masyarakat umum, pegawai-pegawai PNS banyak, sekarang tidak, itu pun pedagang yang langganan,” ujar Suyanto.
Menurutnya, salah satu faktor penurunan jumlah penumpang angkutan dipengaruhi oleh operasional ojek atau taksi online. Berkurangnya jumlah penumpang tersebut juga memengaruhi penghasilan sopir angkutan.
“Angkutan ini mati suri, dulunya ramai sekarang karena banyaknya Grab Bike kemudian Grab Car ini kan mengurangi pendapatan,” terang dia.
Jumlah trayek di Kabupaten Pati turut mengalami penurunan. Sebelumnya, ada 16 trayek yang beroperasi, sementara saat ini menjadi 13 trayek.
“Bukan ekonomi sopir saja, jumlah trayek juga sudah. Dulunya 16 sekarang tinggal 13, yang tiga sudah tidak jalan sama sekali,” jelasnya.
Adapun tiga trayek yang telah berhenti beroperasi di antaranya Pati-Tambakromo, Pati-Gabus-Winong, dan Juwana-Winong.
“Tiga itu di Pati-Tambakromo, Pati-Gabus-Winong, kemudian Juwana Winong, itu sudah tidak jalan sama sekali,” imbuhnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






