Kondisi Pasar Masih Bearish, Saham Apa Saja yang Berpotensi Rebound?

Mitrapost.com – Kondisi pasar pada Rabu, 10 Juni 2026, diprediksi masih dalam tren menurun (bearish) jangka pendek setelah koreksi tajam. Sentimen global dan arus dana asing masih menjadi faktor risiko utama.

Belum ada sinyal bullish jika dana asing masih keluar dan rupiah masih tertekan, serta sentimen global masih negatif. Meski demikian, trader masih bisa memanfaatkan technical rebound sejumlah saham dengan memperhatikan sejumlah faktor tertentu.

Berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami kenaikan pada perdagangan 10 Juni 2026 esok hari!

Bank Central Asia, Tbk – BBCA

BBCA berpotensi mengalami kenaikan 6% hingga 10% pada 10 Juni 2026. Hal ini didukung fundamental yang kuat, kualitas aset dan profitabilitas terbaik di antara sektor perbankan lainnya. Selain itu, BBCA merupakan salah satu saham paling likuid di BEI. Harga masih di area oversold, namun ada potensi technical rebound tinggi.

Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk – BBRI

BBRI berpotensi mengalami kenaikan 5% hingga 9% pada 10 Juni 2026. Likuiditas transaksi BBRI sangat tinggi, didukung laba dan kualitas kredit yang masih solid. BBRI merupakan saham yang sering diburu investor institusi saat pasar mengalami panic selling. Secara teknikal menunjukkan pelemahan tekanan jual.

Amman Mineral Internasional, Tbk – AMMN

AMMN berpotensi mengalami kenaikan 7% hingga 12% pada 10 Juni 2026. Fundamentalnya didukung bisnis tembaga dan emas. Likuiditas AMMN juga tinggi. Secara teknikal, AMMN sempat mengalami koreksi tajam bersama saham big cap lainnya, namun ada potensi rebound lebih besar dibanding saham perbankan, meski volatilitas juga lebih tinggi.

PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk – TLKM

TLKM berpotensi mengalami kenaikan 5% hingga 8% pada 10 Juni 2026. Secara fundamental, pendapatan perusahaan relatif stabil dan arus kas kuat. Sementara, secara teknikal, tren bearish mulai melandai. Kondisi ini berpotensi untuk swing trading risiko menengah.

Medco Energi Internasional, Tbk – MEDC

MEDC berpotensi mengalami kenaikan 8% hingga 13% pada 10 Juni 2026. Kinerja keuangan perusahaan masih didukung bisnis minyak dan gas, serta likuiditas transaksi tinggi. Secara teknikal, tingkat harga mendekati oversold, namun berpotensi membentuk bullish crossover jika terjadi rebound pasar. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati