Dua Anak di Bawah Umur Asal Sumedang Disiram Air Keras oleh OTK

Mitrapost.comDua anak di bawah umur asal Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK).

Korban merupakan kakak beradik berinisial RPF (9) dan KSHZ (5). Peristiwa penyiraman air keras terjadi di waktu yang berbeda. Kedua korban pun saat ini menjalani perawatan karena luka serius yang diderita.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki identitas pelaku dan motif di baliknya.

“Kami masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi penyiraman tersebut,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Pemeriksaan dilakukan kepada lingkungan keluarga korban terlebih dahulu. Mengingat korban berada di keluarga yang sama.

“Untuk sementara, penyelidikan diarahkan ke lingkungan keluarga karena kejadian sudah terjadi dua kali terhadap keluarga yang sama,” paparnya.

Kejadian penyiraman air keras pertama menimpa KSHZ pada 12 Mei sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu ia tiba di rumah setelah berkunjung ke kerabatnya di Kecamatan Wado, Sumedang.

Usai turun dari kendaraan dan hendak buang air kecil, ia diduga diikuti orang tak dikenal yang kemudian menyiramnya dengan air keras.

Kemudian kejadian kedua menimpa sang kakak, RPF pada 15 Juni sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, ia pulang dari bermain sepak bola. Namun ia disiram cairan diduga air keras secara tiba-tiba oleh OTK.

Akibat kejadian itu, satu korban mengalami kerusakan permanen pada mata kirinya. Sedangkan korban lainnya mendapatkan luka serius di tubuh dan area punggung.

“Kami terus mendalami berbagai kemungkinan motif yang melatarbelakangi aksi penyiraman diduga air keras oleh OTK itu,” paparnya.

“Sejumlah saksi telah kami minta keterangan dan barang bukti tengah dikumpulkan untuk memperjelas rangkaian peristiwa,” lanjutnya.

Kedua korban pun ditempatkan di rumah aman yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumedang.

Perlindungan, layanan kesehatan, dan pendampingan psikologis pun diberikan kepada korban selama proses penyelidikan berlangsung.

“Kami mengimbau, warga yang memiliki informasi terkait kasus tersebut untuk segera melaporkannya. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang kami tetapkan dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku beserta motifnya,” paparnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati