Mitrapost.com – Jumlah anggaran biaya terkait dengan hak siar penayangan ajang Piala Dunia Federation Internationale de Football Association (FIFA) 2026 senilai Rp1,3 triliun yang dipegang oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, tengah ramai dijadikan perbincangan publik.
Dalam hal ini, pihak Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang merupakan sebuah jaringan publik berskala nasional yang independen, netral, dan tidak komersial itu memberikan penjelasan terkait rincian dan cakupan kontrak yang telah disepakati.
Melansir dari Kompastv, Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, mengaku tidak mengetahui secara pasti tentang apakah biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah sebesar Rp1,3 triliun itu lebih mahal atau murah, jika dibanding dengan sejumlah negara lainnya.
Meski pihak TVRI telah melakukan sejumlah upaya terkait dengan pengecekan mandiri, namun informasi mengenai rincian biaya yang ditanggung oleh pemegang hak siar di luar negeri justru bersifat tertutup, sehingga belum ada data pembanding yang valid.
“Itu yang sebenarnya kalau misalnya disampaikan murah, mahal dengan negara lain, angkanya apakah ini apple to apple? Kan kita belum ada datanya dan tampaknya kami sudah coba cek juga, ini informasinya tertutup,” ujar Tubagus, dikutip Jumat (19/06/2026).
Kemudian, Tubagus juga menegaskan bahwa pengeluaran anggaran senilai Rp1,3 triliun tersebut merupakan biaya paket yang tidak hanya diperuntukkan bagi satu kali turnamen saja, melainkan tiga perhelatan besar sepak bola internasional milik FIFA yang berlangsung hingga tahun 2027.
Pada penjelasannya, ketiga perhelatan tersebut di antaranya adalah ajang Piala Dunia 2026 sebagai turnamen utama, Piala Dunia U-17 yang akan digelar pada November 2026, serta Piala Dunia Wanita (Women’s World Cup) pada tahun 2027 mendatang.
“Ya sebetulnya kalau misalnya dibilang lebih murah, lebih mahal, kita nggak tahu. Karena secara angka, ini kan yang TVRI kemudian dapatkan, ini kan hak siar bukan hanya Piala Dunia FIFA 2026, tapi juga meliputi Piala Dunia U-17 di tahun ini, di November 2026, dan juga Women World Cup 2027,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






