Mitrapost.com – Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ditutup menguat tipis sebesar 4,80 poin atau 0,08% ke level 6.177,14, meski sempat volatil dan berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia lainnya yang mayoritas berada di zona merah.
Untuk perdagangan Senin (22/06/2026), pasar berpotensi bergerak selektif dengan fokus pada saham yang menunjukkan akumulasi kuat selama pekan lalu, terutama emiten yang didukung sentimen sektoral dan arus dana institusi.
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Diketahui, BBCA menjadi salah satu penopang utama IHSG pada penutupan pekan ini dengan kenaikan yang relatif menonjol dibanding mayoritas saham berkapitalisasi besar lainnya, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp6.300.
Di tengah ketidakpastian eksternal, saham dengan kualitas fundamental kuat dan likuiditas tinggi seperti BBCA cenderung lebih mudah menarik aliran dana baru, sehingga berpotensi melanjutkan momentum positifnya pada awal pekan, dengan kisaran Rp6.426 — Rp6.678.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Selain menjadi salah satu saham dengan likuiditas tertinggi di bursa, BBRI juga sering menjadi pilihan utama investor institusi ketika terjadi rotasi kembali ke aset berisiko, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.930.
Dengan posisi sebagai pemimpin segmen pembiayaan mikro dan UMKM, saham ini berpotensi bergerak aktif apabila arus beli kembali terkonsentrasi pada sektor keuangan, dengan kisaran Rp2.989 — Rp3.135.
TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk
Setelah periode volatilitas yang cukup besar sepanjang bulan Juni, saham TPIA tetap berada dalam radar pelaku pasar karena perannya yang signifikan dalam kelompok saham konglomerasi dan industri dasar, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.060.
Ketika IHSG memasuki fase konsolidasi sehat, saham dengan likuiditas tinggi dan partisipasi institusi yang kuat seperti TPIA sering kali tetap mencatat pergerakan yang lebih aktif dibanding rata-rata pasar, dengan kisaran Rp2.142 — Rp2.266.
BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk
Dalam beberapa pekan terakhir, saham berbasis emas seperti BRMS menunjukkan daya tahan relatif lebih baik dibanding sejumlah sektor lain karena berfungsi sebagai alternatif ketika volatilitas global meningkat, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp660.
Karakteristik pergerakan BRMS yang responsif terhadap perubahan sentimen membuat saham ini berpotensi mencatat pergerakan signifikan apabila minat investor terhadap sektor tambang tetap terjaga pada awal pekan, dengan kisaran Rp686 — Rp739.
ARCI – PT Archi Indonesia Tbk
Di tengah fokus investor pada sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, saham energi terbarukan seperti BREN masih menjadi tema yang menarik, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.730.
Likuiditas tinggi membuat BREN sering menjadi sasaran rotasi dana saat pasar mencari pemimpin baru setelah fase rebound sebelumnya, hingga membuka peluang pergerakan yang relatif lebih besar dibanding banyak saham di sektor energi konvensional, dengan kisaran Rp3.842 — Rp4.066. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com

