Mitrapost.com – Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 Juni 2026 masih berada dalam fase volatile, tetapi masih ada potensi bullish ringan.
Fokus investor masih tertuju pada review MSCI, setelah sebelumnya lembaga tersebut menunda evaluasi status Indonesia sampai November 2026. Selain itu, investor melihat aspek lainnya, seperti arah suku bunga, pergerakan rupiah, dan arus dana asing.
Saham bank besar dan saham kapitalisasi besar kembali menjadi pusat rotasi dana jangka pendek. Adapun sektor terkuat adalah perbankan karena fundamental dinilai solid, serta menjadi jalur utama masuknya dana asing.
5 Saham Potensial untuk Scalping Hari Ini
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Secara fundamental, BMRI memiliki likuiditas tinggi didukung sektor perbankan yang masih relatif tangguh ditengah tekanan pasar yang cukup besar selama tahun 2026. Harga saham masih sehat dan ada peluang kenaikan lanjutan. Buy saat harga pullback jangka pendek dan volume mengecil, lalu Sell saat mendekati overbought.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
BBRI merupakan salah satu saham paling likuid di BEI, sehingga sering menjadi tujuan rotasi dana karena koreksi sektor bank sepanjang 2026 mulai memunculkan peluang rebound. Secara teknikal, harga saham saat ini berada di area yang sering dipakai untuk entry, kemudian exit setelah golden cross atau saat volume mulai melemah setelah kenaikan.
Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Likuiditas TPIA tinggi, dan saham ini masih mendapat perhatian trader momentum pada rotasi saham grup konglomerasi. Secara teknikal, pergerakan harga saham menunjukkan momentum positif dan mendukung kenaikan lanjutan. Buy saat pullback pendek, kemudian Sell ketika harga mulai memasuki area overbought.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Likuiditas BBNI sangat tinggi dengan volatilitas besar. Pergerakan harga saham cenderung responsif terhadap perubahan sentiment, serta saat ini berada di area bullish moderat. Buy saat rebound dari support intraday, lalu Sell saat harga gagal menembus resistance harian.
Bank Central Asia Tbk (BBCA)
BBCA merupakan salah satu saham paling likuid di Indonesia, bahkan yetap menjadi tolok ukur (benchmark) sektor perbankan meski sempat terkoreksi sepanjang 2026. Pergerakan harga relatif rapi, dan bergerak di area netral. Buy saat harga mendekati support intraday dan muncul volume masuk, lalu Sell dekat resistance intraday. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






