Berikut Analisis Saham Terkait Potensi Scalping Intraday di Tengah IHSG yang Dibuka Menurun

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, dibuka melemah sebesar 20,19 poin (turun 0,33%) ke level 6.096,50, di tengah sikap hati-hati investor yang menanti pengumuman klasifikasi pasar tahunan dari MSCI.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk

Saat IHSG dibuka melemah, tekanan jual di awal sesi dapat menciptakan kondisi oversold jangka pendek yang membuka peluang pantulan teknikal, seperti TPIA yang memiliki volatilitas relatif tinggi dan sering menjadi salah satu saham yang aktif diperdagangkan ketika pasar sedang bergejolak.

Dengan likuiditas yang kuat dan pergerakan harga yang cukup responsif terhadap sentimen pasar, TPIA menarik untuk strategi quick rebound trading maupun breakout intraday.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Dalam kondisi IHSG melemah, BBRI sebagai salah satu saham paling likuid di BEI dengan volume transaksi yang konsisten tinggi setiap hari, sering mengalami tekanan jual di awal perdagangan yang kemudian diikuti aksi beli pada area support kuat.

Pola ini kerap menghasilkan swing intraday yang cukup jelas, sehingga menarik untuk strategi scalping berbasis technical rebound maupun pullback trading.

BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Diketahui, BMRI menarik untuk scalping karena memiliki karakter pergerakan yang cukup agresif dibanding beberapa saham perbankan besar lainnya.

Ketika pasar sedang terkoreksi, saham ini sering menunjukkan volatilitas intraday yang meningkat akibat aktivitas institusi dan trader jangka pendek. Kondisi tersebut menciptakan peluang untuk memanfaatkan pergerakan cepat di sekitar level support dan resistance harian.

AMMN – PT Amman Mineral Internasional Tbk

Saat IHSG melemah, saham AMMN sering mengalami pergerakan harga yang lebih besar dibanding rata-rata pasar, baik ke bawah maupun saat terjadi pantulan teknikal. Karakter tersebut menjadikan AMMN menarik untuk strategi momentum trading dan quick reversal intraday.

TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Dalam kondisi IHSG menurun, TLKM cenderung lebih defensif dibanding banyak saham lain, namun tetap mampu menghasilkan pergerakan intraday yang cukup aktif. Hal ini membuat TLKM cocok bagi trader yang mencari peluang scalping dengan volatilitas yang relatif lebih terukur. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati