Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal bulan, Rabu, 1 Juli 2026, dibuka fluktuatif di zona merah pada level 5.640, namun segera berbalik arah ke zona hijau dengan penguatan sekitar 0,35% hingga 0,83% ke kisaran level 5.660–5.689.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Ketika IHSG dibuka fluktuatif dengan condong menguat, BBCA umumnya menjadi salah satu tujuan aliran dana investor sehingga berpotensi melanjutkan penguatan dengan volume transaksi yang meningkat.
Pergerakan harga yang aktif namun relatif teratur membuat salah satu saham dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas terbesar di BEI ideal untuk strategi breakout maupun pullback intraday.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Diketahui, BBRI menarik untuk scalping karena memiliki frekuensi transaksi yang sangat tinggi dan sering menjadi penggerak utama sektor perbankan.
Selain itu, pergerakan fluktuatif IHSG di awal perdagangan berpotensi mendorong minat beli pada saham ini, sehingga membuka peluang terbentuknya momentum jangka pendek.
Likuiditas yang besar juga memudahkan trader melakukan entry dan exit dengan cepat ketika terjadi pergerakan harga intraday.
BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, saham BMRI yang memiliki volatilitas intraday yang cukup aktif dengan likuiditas yang sangat baik, sering mengalami kenaikan bertahap disertai peningkatan volume perdagangan.
Pergerakan tersebut memberikan peluang bagi trader untuk memanfaatkan breakout maupun pullback jangka pendek dengan risiko yang relatif terukur.
DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Ketika sentimen pasar membaik, peningkatan minat pada saham sektor energi seperti DSSA dapat mendorong terbentuknya price swing yang lebih lebar. Karakter tersebut menjadikan DSSA menarik bagi trader yang mengincar peluang momentum trading dalam jangka pendek.
BRPT – PT Barito Pacific Tbk
Pada saat IHSG dibuka menguat, saham BRPT sering mengalami peningkatan volume transaksi yang diikuti pergerakan harga cukup cepat. Kondisi tersebut membuka peluang breakout intraday maupun technical continuation yang dapat dimanfaatkan oleh trader jangka pendek. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






