Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau naik 2,28 persen pada Jumat (3/7/2026) ke level 5.875.
Pada awal sesi, IHSG dibuka menguat di level 5.806 dan sempat menyentuh level tertinggi di 5.899,30.
Penguatan IHSG diprediksi berlanjut, namun investor tetap perlu mewaspadai aksi profit taking setelah reli pada akhir pekan lalu.
Berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada Senin, 6 Juli 2026.
- ANTM – Aneka Tambang Tbk
ANTM menjadi salah satu produsen emas dan nikel terbesar di Indonesia. Saham ini seringkali diuntungkan dengan adanya tren hilirisasi mineral dan permintaan kendaraan listrik. Selain itu, neraca keuangan perusahaan ini juga sehat.
ANTM berpotensi naik 8%–15% di kisaran Rp3.200 — Rp3.400. Didukung ANTM menjadi salah satu saham pilihan berbagai sekuritas. Harga emas global juga relatif kuat menopang sentimen.
Meski begitu, ada risiko fluktuasi harga logam dunia dan sensitif terhadap sentimen global.
- BBCA – Bank Central Asia Tbk
BBCA berpotensi naik 5%–10% di kisaran Rp6.400 — Rp6.700. Secara fundamental, BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Memiliki CASA tinggi, ROE kuat, dan kualitas aset sangat baik. Kemudian fundamental defensif di tengah volatilitas pasar.
Didukung potensi menjadi tujuan utama arus dana institusi. Kinerja keuangannya juga tetap konsisten. Namun ada risiko potensi profit taking dan sensitif terhadap arus dana asing.
- TINS – Timah Tbk
TINS merupakan produsen timah terbesar nasional. Ada prospek membaik seiring stabilisasi harga timah dunia.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 8%–14% di kisaran Rp3.700 — Rp3.900. Didukung momentum teknikal menunjukkan peluang breakout. Kemudian volume transaksi mulai meningkat.
Namun ada risiko harga timah global dan kebijakan ekspor mineral.
- ICBP – Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Saham ini berpotensi naik 5%–9% di kisaran Rp7.300 — Rp7.600. ICBP merupakan emiten consumer defensive dengan arus kas kuat. Selain itu, margin laba relatif stabil dan permintaan domestik tetap solid.
Didukung saham ini menjadi pilihan ketika pasar masih volatil dan valuasi dinilai menarik. Namun ada risiko tekanan biaya bahan baku dan pelemahan daya beli.
- BRPT – Barito Pacific Tbk
Saham ini berpotensi naik 9%–16% di kisaran Rp1.600 — Rp1.700. BRPT memiliki diversifikasi bisnis di petrokimia dan energi. Kemudian prospek jangka panjang didukung ekspansi sektor energi.
Didukung momentum teknikal mulai menguat. Ada potensi menjadi saham momentum jika IHSG melanjutkan penguatan.
Namun ada risiko volatilitas tinggi dan sensitif terhadap sentimen global. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






