Mitrapost.com – Kondisi pasar saham pada 3 Juli 2026 mengindikasikan perbaikan, dibandingkan akhir Juni yang lalu. Meski begitu, belum memasuki bullish kuat dipengaruhi investor yang masih selektif, sehingga potensi profit taking masih ada.
Trader masih potensial untuk melakukan scalping dengan beberapa catatan penting. Misalnya, fokus pada perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan energi, yang memiliki likuiditas tinggi.
Berikut 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial untuk scalping!
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Likuiditas BBRI tinggi dengan volume transaksi termasuk yang terbesar di BEI didukung kinerja keuangan perusahaan tetap solid. Secara teknikal, harga BBRI mengindikasikan golden cross menjadi sinyal awal penguatan. Buy saat pullback atau saat volume meningkat, kemudian Sell saat target profit sekitar 2–4%.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Likuiditas DSSA cukup baik, sementara pergerakan harga lebih dipengaruhi sentimen dan momentum. Secara teknikal, harga saham ini masih menunjukkan tren positif dan berada di area ideal, sehingga masih ada ruang kenaikan. Buy saat breakout resistance dengan volume tinggi, sedangkan target 4–7%.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Likuiditas dan frekuensi transaksi sangat tinggi. Pergerakan harganya sensitif terhadap harga batu bara dan sentimen investor, sehingga volatilitas tinggi. Ada indikasi golden cross yang memperkuat peluang rebound. Harga saham berada di area ideal. Buy saat breakout area konsolidasi disertai peningkatan volume, kemudian Sell di target 3–6% atau jika harga kembali turun.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
BMRI merupakan salah satu saham paling likuid di BEI, didukung kinerja keuangan tetap kuat. Secara teknikal, menunjukkan indikasi kenaikan positif, dan harga belum berada di area overbought. Buy setelah breakout resistance intraday, lalu Sell jika telah mencapai target 2–5%.
PT Petrosea Tbk (PTRO)
Likuiditas cukup tinggi dibanding mayoritas saham sektor tambang. Fundamental didukung proyek pertambangan dan ekspansi infrastruktur. Harga menunjukkan potensi golden cross yang mengonfirmasi momentum naik. Buy saat breakout, kemudian Sell saat target 4–8%. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






