Pati, Mitrapost.com – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah memberi imbauan kepada warga di wilayahnya untuk hemat menggunakan air bersih.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo menyampaikan, imbauan itu diberikan supaya masyarakat di wilayahnya lebih bijaksana dalam menggunakan air bersih.
“Masyarakat karena ini sudah mulai kita rasakan beberapa hari ini sudah tidak turun hujan maka masyarakat harus bijaksana di dalam memanfaatkan sumber-sumber air yang ada di desa, utamanya di embung-embung itu,” ujar Martinus.
BPBD Kabupaten Pati mencatat, di tahun 2025 ada 96 desa di sejumlah kecamatan yang mengalami kekeringan. Hal itu menjadi perhatian BPBD Pati. Sehingga imbauan diberikan sejak sekarang.
Selain itu, pihaknya juga meminta para petani di wilayahnya segera beralih ke tanaman palawija. Pasalnya, tanaman tersebut lebih tahan terhadap kemarau karena membutuhkan sedikit air.
“Kemudian tanaman-tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi itu lebih baik siap-siap untuk mengganti tanaman padi dengan tanaman palawija yang lebih sedikit membutuhkan airnya,” terang dia.
Lebih lanjut, pihaknya juga mengingatkan terkait bahaya kebakaran saat kemarau. Pihaknya melanjutkan beberapa kebakaran disebut dipicu kelalaian masyarakat membakar sampah.
“Perilaku masyarakat yang lain yang perlu diperhatikan jangan membakar sampah tanpa ditunggui atau membakar bekas paparan tebu tanpa ditunggui. Jadi beberapa kejadian kebakaran ini disebabkan oleh masyarakat yang membakar sampah kemudian ditinggal, kemudian api itu kemana-mana,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






