Mitrapost.com – Malangnya nasib anak di Makassar berinisial SA (12) yang mengalami trauma akibat dicabuli tetangganya WA (52).
Tak hanya itu, korban ternyata juga mendapatkan kekerasan dari istri pelaku berinisial FI lantaran merasa cemburu kepada korban.
Kasus bermula dari korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), pulang ke rumah dengan kondisi rambut yang terpotong dan tampilan berantakan.
Setelah diinterogasi keluarga, korban menangis bercerita bahwa rambutnya dipotong paksa oleh FI. Ia juga mengaku diancam untuk tidak memberitahukan hal tersebut kepada orang lain.
Ibu korban lantas melapor ke Bhabinkamtibmas karena rambut anaknya dipotong tanpa ada persetujuannya.
“Jadi awalnya ini si ibu korban melapor ke Bhabinkamtibmas kami, bahwa anaknya sudah dipotong rambutnya tanpa persetujuan orang tuanya,” ujar Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda dilansir dari Kompas.
Kejadian itu pun membuat warga gempar hingga polisi datang dan mempertemukan FI dan orang tua korban.
Kasus kekerasan seksual baru terungkap usai pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam. Pelaku WA diketahui sudah berkali-kali melakukan aksi bejatnya kepada korban di rumahnya. Yaitu sejak Februari 2026.
“Dari situ kita kembangkan kasusnya. Ternyata terdapat bahwa si suami dari pelaku (FI) ini juga melakukan dugaan kekerasan seksual kepada anak ini,” ujarnya.
Polisi kemudian bergerak ke rumah pelaku di wilayah Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan mengamankannya pada Minggu (5/7/2026). Korban dan pelaku bertetangga. Korban sendiri memang sering main ke rumah pelaku lantaran anak pelaku berteman akrab dengan korban.
Pelaku diduga sengaja memanfaatkan kepolosan korban dan situasi sepi untuk melancarkan aksi cabulnya.
“Si korban sudah mengakui bahwa terdapat kekerasan seksual yang dilakukan oleh terduga pelaku (WA). Sudah melakukan kurang lebih empat bulan,” ujarnya.
Pihak keluarga sendiri melaporkan dua kasus yaitu kasus penganiayaan dan ancaman oleh FI. Sedangkan kasus kedua dugaan kekerasan seksual oleh WA.
Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa FI menganiaya dan memotong rambut korban lantaran dipicu rasa cemburu. Korban juga disebut sering diberi iuang oleh suaminya.
“Istri pelaku ini merasa cemburu karena si suaminya sering memberikan uang atau materi pada korban. Dari situ kesaksian si pelaku ini, istrinya bahwa awalnya hanya memberikan uang, tapi setelah itu kita dalami ternyata ada dugaan kekerasan seksual juga,” ujarnya.
Polisi hingga kini masih mencari keberadaan FI yang kabur. Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan psikologis korban dan mengumpulkan keterangan saksi. (*)

Redaksi Mitrapost.com
