Mitrapost.com – Konser Denny Caknan di kawasan eks Hi-Tech Mall (THR), Surabaya pada Minggu (5/7/2026) malam diwarnai kericuhan.
Panggung yang seharusnya ditujukan untuk gelaran Pesta Rakyat dalam rangka Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) itu berubah menjadi tragedi.
Pagar pembatas jebol dan puluhan orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat terinjak-injak bahkan ada yang tertimpa pagar.
“Sebanyak 21 orang termasuk satu Babinsa (luka). Dirujuk ke RS Soewandhie 12 orang, dipulangkan satu, dan sembuh di lokasi ada delapan,” uajr Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto dilansir dari Kompas.
Kronologi Kejadian
Acara tersebut digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara gratis untuk menandai eks Hi-Tech Mall sebagai pusat ekonomi kreatif dan ruang kolaborasi UMKM.
Gerbang ke venue dibuka sejak pukul 16.00 WIB. Petugas juga telah melakukan pemeriksaan ketat. Acara pun berlangsung dengan lancar hingga jeda isya. Namun kemudian area lapangan dilaporkan sudah padat sesak. Pintu pagar area konser pun akhirnya ditutup pada 19.00 WIB.
Berdasarkan keterangan salah satu penonton bernama Nia (22), kapasitas penonton sudah penuh saat ia datang. Namun area parkir tetap dibuka. Sehingga menyebabkan kekesalan penonton.
“Dan yang bikin orang-orang kesal lagi, kalau memang sudah full kapasitas kenapa enggak ditutup parkirannya? Orang-orang mikirnya masih ada harapan buat melihat konser itu. Awalnya terjadi cekcok antara petugas dan pengunjung, mungkin pengunjung sudah merasa kesal, effort (usaha) ke sana malah disuruh pulang,” paparnya.
Para massa yang kecewa tak bisa masuk pun mendekati gerbang. Sekitar pukul 19.27 WIB, para penonton di luar area pun memaksa masuk dan melakukan aksi dorong hingga menyebabkan pagar pembatas jebol.
“Jebolnya pagar pembatas itu disebabkan adanya aksi dorong penonton yang menyaksikan pertunjukkan musik di SUBEC. Pagar yang jebol itu didorong secara paksa oleh penonton yang ingin masuk,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto.
Akibatnya, pagar yang roboh pun menimpa petugas keamanan. Sejumlah penonton juga ada yang jatuh terinjak-ijak dan pingsan. Beruntung aparat gabungan berhasil meredam keributan yang terjadi.
Denny Caknan pun akhirnya dapat naik ke atas panggung pada pukul 20.20 WIB dan massa bubar dengan tertib usai konser selesai pada pukul 21.45.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, ada 10 orang yang dilarikan ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya akibat kericuhan yang terjadi.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan bahwa ada satu korban yang mengalami sesak napas karena memiliki riwayat medis. Kemudian satu orang mengalami reaksi konversi atau stres hingga kejang karena kecopetan.
Sedangkan enam korban dilaporkan terinjak di bagian perutnya, sehingga perlu dicek kesehatannya.
“Kalau yang stres itu akibat dia dicopet, terus stres sampai kejang-kejang akhirnya kita bawa ke sini juga. Tapi untuk enam korban itu setelah kita cek semua, kita rontgen, ternyata tidak ada luka ringan atau luka dalam jadi diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Sementara itu, dua petugas keamanan yang tertimpa pagar mengalami trauma berat yaitu S (42), anggota TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), dengan luka patah tulang di paha kiri. Kemudian F (47), petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP/Damkar) Surabaya, mengalami patah tulang leher.
“Keduanya nanti rencananya akan dioperasi, tapi harus di MRI dulu untuk didiagnostik. Terutamanya yang damkar patah tulang leher untuk melihat sampai sejauh mana parahnya itu,” ujarnya.
Ada juga dua penonton yang dievakuasi karena berada di bawah pengaruh alkohol, satu pasien melarikan diri, dan satu lainnya sudah diizinkan pulang. (*)

Redaksi Mitrapost.com




