Pati, Mitrapost.com – Kuota Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati jenjang SD belum terpenuhi. Hal tersebut mendapatkan respon dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.
Diketahui, Sekolah Rakyat jenjang SD memiliki kuota 90 namun kini baru terisi 32 siswa. Data itu bersumber dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati per tanggal 3 Juli 2026, belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo mengatakan, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan dinas terkait guna mencarikan solusi.
“Kami nanti akan berkomunikasi dengan dinas terkait dan kami akan mencarikan solusi,” ujar Teguh.
Menurutnya, belum terpenuhi kuota jenjang SD itu dikarenakan kurangnya informasi sampai di tingkat masyarakat bawah.
“Karena mungkin kurang informasi sampai ke bawah. Karena kan belum tentu orang yang tidak punya itu punya sosial media,” jelasnya.
“Sehingga memang harus ada sosialisasi ke bawah dan ini butuh Pak Kepala Desa, Pak Camat, tokoh masyarakat memberikan informasi sampai ke bawah,” dia menambahkan.
Meski belum terpenuhi, dia memastikan bahwa Sekolah Rakyat itu betul-betul diperuntukkan kepada keluarga yang kurang mampu.
“Kami sudah memantau mendapatkan laporan dari dinas terkait, pada rapat kerja kemarin, dan memang betul-betul orang-orang tidak mampu,” tegasnya.
Ditanya mengenai alasan umur siswa berpengaruh terhadap belum terpenuhinya kuota, dia menegaskan bakal melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait.
“Nanti coba nanti tanyakan pihak terkait, coba kami akan komunikasikan dengan Dinas Sosial terkait hal ini, kami akan komunikasikan supaya ini terpenuhi kuotanya,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinsop3akb Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, pihaknya telah melakukan penjangkauan dalam pemenuhan kuota jenjang SD sejak dibukanya pendaftaran. Dalam proses itu, dia tetap mempertimbangkan syarat peruntukan Sekolah Rakyat tersebut.
“Sementara penjangkauan sudah dilaksanakan. Namun jika dalam perjalanan ada temuan lagi, kemungkinan bisa diakomodir jika sesuai syarat ketentuan,” jelasnya.
Sekolah Rakyat itu, diutamakan kepada masyarakat Kabupaten Pati yang memiliki kriteria Desil 1 dan 2. Hal itu pun, tidak menutup kemungkinan desil di atasnya lagi, karena pihaknya juga melakukan home visit.
Adapun, sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Masing-masing jenjang itu memiliki kuota 90 siswa. (*)

Wartawan Mitrapost.com






