Mitrapost.com – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) tengah melakukan persiapan terhadap sejumlah upaya untuk memperpendek masa tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Melansir dari Republika, upaya penerapan kebijakan tersebut berdasar pada harapan atas penekanan biaya penyelenggaraan ibadah haji sekaligus peningkatan efisiensi layanan bagi para jemaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk penekanan biaya sekaligus peningkatan efisiensi pelayanan seperti pemangkasan masa tunggu jemaah dengan memperbanyak slot penerbangan.
“Salah satu yang bisa kita potong adalah masa tunggu di Makkah dan di Madinah. Jadi kita ingin slot time penerbangan itu bisa lebih banyak. Salah satu caranya itu (menambah slot penerbangan),” ujar Dahnil di Kantor Kemenhaj, Jakarta, dikutip Jumat (10/07/2026).
Dalam hal ini, Dahnil menilai jika masa tunggu jemaah haji di Tanah Suci memiliki kaitan yang erat dengan jadwal penerbangan.
Oleh sebab itu, maskapai nasional seperti Garuda Indonesia diharapkan dapat memperoleh slot penerbangan yang lebih banyak dengan tujuan proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji menjadi lebih cepat.
Kemudian, Kemenhaj RI juga melakukan pengkajian terhadap kemungkinan pengurangan lama tinggal jemaah haji di Madinah, meski kebijakan ini masih akan dilakukan pembahasan bersama sejumlah ulama dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sebelum diputuskan.
“Kita sedang diskusi memastikan misalnya masa tunggu di Madinah bisa dipotong. Nah itu nanti kita diskusikan tentu dengan para ulama, misalnya dengan ulama Muhammadiyah, ulama NU al-Washliyahah dan sebagainya,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






