Mitrapost.com – Viral fenomena pusara angin di lautan pasir Bromo. Kejadian langka itu pun menarik perhatian wisatawan hingga banyak yang menonton dan merekam.
Dalam video yang beredar, tampak angin berputar membentuk kolom dari permukaan tanah hingga menjulang ke atas mirip seperti angin puting beliung.
Menanggapi fenomena tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengatakan bahwa kejadian itu merupakan fenomena dust devil atau setan debu.
Fenomena tersebut muncul dari bawah karena ada perbedaan suhu antara permukaan tanah dan udara yang berada di atasnya.
Berbeda dengan angin puting beliung yang terbentuk dari awan cumulonimbus yang bergerak dari atas menuju permukaan bumi.
“Kalau puting beliung kan dari awan ke bawah. Kalau ini terbentuk dari bawah akibat pemanasan di permukaan tanah,” paparnya dilansir dari Kompas.
Ia menyebut, kondisi kaldera Bromo memang mendukung permukaan tanah menyerap panas. Udara panas dari tanah yang naik kemudian bertemu dengan udara dingin dari kaldera yang terbuka sehingga menghasilkan pusara angin.
Durasi fenomena setan debu ini biasanya singkat. Para wisatawan pun diimbau untuk menggunakan masker saat berkunjung dan menggunakan sunblock meski setan debu ini tak merusak.
“Tetap pakai masker dan sun block, kacamata, supaya tidak terganggu dust devil ini,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com

