Mitrapost.com – Presiden Prabowo menyebut bahwa semua barang subsidi harus disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar tepat sasaran.
Hal itu ia sampaikan saat pidato di acara Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.
“Sudah-sudah saya ambil keputusan, semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih, harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi, rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” ujarnya dilansir dari Detik.
Prabowo memproyeksikan KDKMP menjadi pusat layanan ekonomi desa terintegrasi yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota. Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage, ruang pendingin. Supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” terangnya.
Prabowo juga berambisi membangun koperasi nelayan di berbagai daerah. Koperasi tersebut nantinya akan memfasilitasi gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan berukuran besar.
“Dan mereka bukan terima, mereka bukan terima hadiah, mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka. Mereka akan cicil semua uang yang kita. Jadi uang di desa nelayan, uang di desa-desa ini, koperasi adalah uang pinjaman yang akan dibayar kembali,” paparnya.
Prabowo memproyeksikan perputaran uang di desa mencapai Rp223 triliun setiap tahun. Ia juga menilai pendapatan petani, peternak, hingga nelayan bisa meningkat hingga Rp202 triliun dengan adanya KDKMP.
“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar akan beredar di desa-desa. Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak dan nelayan,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






