Pati, Mitrapost.com – Polisi mengamankan sembilan pelajar dari SMK swasta di Kabupaten Pati yang terlibat tawuran di Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Sembilan orang yang diamankan diantaranya AMS (17), SAAF (16), RRW (17), AF (16), DR (18), RAP (15), GMS (15), INR (15), dan GJW (16).
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/7/2026) sore. Masyarakat mendapati adanya konvoi dan tawuran pelajar di sekitar SPBU Mojo, Kecamatan Margorejo.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati IPTU Windartono mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak begitu mendapatkan laporan.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung melakukan penyisiran di JLS Pati dan menemukan rombongan pelajar yang kemudian diketahui berkumpul di sebuah bascamp di kawasan Pasar Beras Sleko,” ujarnya.
Saat polisi datang, para pelajar tersebut kemudian berhamburan kabur dari lokasi. Namun polisi berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dan membawa mereka ke Mapolsek Pati. Mereka menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Aksi tawuran itu diduga terjadi karena dipicu perselisihan antar pelajar dari dua SMK swasta yang berbeda. Berawal dari unggahan di media sosial Instagram yang bernuansa saling sindir hingga akhirnya saling tantang.
“Awalnya saling sindir dan saling tantang melalui media sosial. Mereka kemudian sepakat bertemu dan melakukan tawuran,” ujarnya.
Para pelajar itu juga sempat mengonsumsi minuman keras (miras) jenis arak di bascamp yang berada di kawasan Pasar Beras Sleko sebelum berangkat tawuran.
Mereka juga melakukan aksi konvoi menuju Jalan Lingkar Selatan hingga bertemu lawan di dekat SPBU Mojo.
Mereka melakukan tawuran dengan lima lawan lima. Usai bentrokan, mereka juga melakukan konvoi ke basecamp sebelum akhirnya digrebek petugas.
Selain mengamankan sembilan orang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa botol bekas minuman keras, kartu remi, telepon genggam, dompet, kunci sepeda motor serta 19 unit sepeda motor yang diduga digunakan saat konvoi dan tawuran.
Polisi juga mencari senjata tajam yang diduga dipakai saat tawuran.
“Masih kami lakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing. Beberapa pelaku lain masih dalam pencarian karena saat penggerebekan berhasil melarikan diri,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






