Mitrapost.com – Prediksi pasar saham pada 20 Juli 2026 diperkirakan bullish moderat jika volume beli meningkat dan sektor perbankan memimpin perdagangan. Meski demikian, trader perlu waspada bullish trap jika tekanan jual asing kembali meningkat.
Adapun sektor yang diperkirakan menjadi penggerak utama pasar di antaranya perbankan, Energi, Infrastruktur, serta Basic Materials. Berikut ini 5 saham yang diperkirakan mengalami bullish pada 20 Juli 2026!
ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
ADRO diprediksi mengalami kenaikan kurang lebih 6% sampai dengan 11% pada 20 Juli 2026. Likuiditas saham ini sangat tinggi dengan transaksi aktif setiap harinya, didukung fundamental perusahaan yang masih kuat. Tren kenaikan masih terkonfirmasi, dengan tingkat harga di bawah area overbought.
ARTO – PT Bank Jago Tbk
ARTO diprediksi mengalami kenaikan sampai dengan 10% pada 20 Juli 2026. Likuiditas meningkat dibanding beberapa pekan sebelumnya, serta prospek pertumbuhan bisnis digital banking masih menarik bagi investor. Secara teknikal, momentum bullish semakin kuat.
TOBA – PT TBS Energi Utama Tbk
TOBA diprediksi mengalami kenaikan sebesar 5% sampai dengan 9% pada 20 Juli 2026. Likuiditas perdagangan cukup tinggi didukung transformasi bisnis energi dan lingkungan yang masih menjadi perhatian pasar. Secara teknikal masih mengarah bullish.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
BBRI diprediksi mengalami kenaikan sebesar 4% sampai dengan 8% pada 20 Juli 2026. Saham ini merupakan salah satu yang paling likuid di BEI. Profitabilitas dan kualitas aset kuat, sehingga menjadi pilihan utama investor asing. Momentum positif mulai menguat dan tingkat harga masih memberikan ruang kenaikan.
TLKM – PT Telkom Indonesia Tbk
TLKM diprediksi mengalami kenaikan sebesar 4% sampai dengan 7% pada 20 Juli 2026. Likuiditas emiten saham ini tinggi didukung kinerja operasional yang relatif stabil dengan arus kas yang kuat. Secara teknikal menunjukkan momentum yang mulai positif dan tingkat harga belum overbought. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






