Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.048,75 atau naik 9,23 poin (+0.15%) pada pembukaan perdagangan hari ini Rabu (15/7/2026) terakhir update 09:18 WIB.
Pergerakan IHSG masih bergerak dinamis. Sehingga memberikan peluang bagi trader harian untuk memanfaatkan momentum intraday.
Berikut ini 5 saham yang dinilai potensial untuk scalping hari ini Rabu, 15 Juli 2026.
- BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Saham ini layak masuk watchlist karena masuk saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki likuiditas yang sangat tinggi.
BBCA memiliki spread relatif tipis sehingga efisien untuk strategi entry-exit cepat. Pergerakannya aktif mengikuti arus dana asing dan sering menjadi penggerak utama IHSG.
Cocok untuk scalper yang mengutamakan likuiditas dan stabilitas.
- BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Saham ini memiliki volume transaksi harian yang sangat besar sehingga mudah diperdagangkan. Pergerakan harga responsif terhadap foreign flow dan sentimen sektor perbankan.
Kinerja fundamental yang tetap solid menjaga minat investor meski pasar masih volatil. Saham ini menarik untuk strategi technical rebound maupun breakout intraday.
- BRPT — PT Barito Pacific Tbk
BRPT merupakan saham high beta yang dikenal memiliki volatilitas intraday cukup tinggi. Saham ini sering menjadi sasaran rotasi dana ketika sektor industri dasar dan petrokimia menguat.
Saham ini memiliki potensi pergerakan cepat meningkat ketika volume transaksi di atas rata-rata. Sehingga cocok bagi trader momentum yang memburu pergerakan agresif.
- BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
BMRI memiliki likuiditas tinggi dengan aktivitas transaksi yang konsisten. Saham ini menjadi salah satu saham favorit investor institusi sehingga sering menciptakan peluang trading intraday.
Pergerakannya relatif aktif mengikuti arah IHSG dan rotasi dana di sektor perbankan. Sehingga cocok untuk strategi buy on weakness maupun momentum trading.
- BUVA — PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
BUVA merupakan saham sektor pariwisata dan properti yang kerap mengalami lonjakan volatilitas saat volume perdagangan meningkat.
Kapitalisasi yang lebih kecil dibanding saham blue chip membuat pergerakan harga dapat berlangsung lebih cepat. Saham ini menarik untuk trader yang mencari peluang dari saham second liner dengan momentum intraday.
Sehingga cocok untuk trader agresif dengan disiplin manajemen risiko. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





