3 Korban Jiwa di Konflik Adonara, Menteri HAM Upayakan Penyelesaian Lewat Pendekatan Budaya

Mitrapost.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI), Natalius Pigai, melakukan sejumlah upaya untuk menangani konflik yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam hal ini, Pigai mengerahkan tim dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian HAM Provinsi NTT bersama dengan Staf Khusus Menteri, untuk melakukan pemantauan secara langsung terhadap adanya bentrokan yang terjadi di antara dua desa yang ada di Kecamatan Adonara Timur.

Berdasar pada laporan yang didapatkan, bentrokan tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sejumlah warga mengalami luka-luka, hingga puluhan rumah yang terbakar. Oleh sebab itu, penerjunan tim tersebut ditujukan untuk menekan adanya korban jiwa dan kerugian materiil.

Melalui pemantauan yang ada di lapangan, tim Kementerian HAM akan melakukan penggalian kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus pengidentifikasian langkah yang diperlukan untuk mendukung adanya penyelesaian lewat jalur damai.

“Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” ujar Pigai dalam keterangan tertulis, dikutip dari Detik, Senin (20/07/2026).

Menurut Pigai, pendekatan berbasis budaya dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, hingga unsur masyarakat dinilai mampu membangun kembali kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya konflik serupa.

Dengan demikian, Kementerian HAM terus melakukan sejumlah koordinasi bersama Pemerintah Daerah (Pemda), aparat keamanan, serta tokoh masyarakat untuk memastikan bahwa proses penanganan dapat berlangsung damai dan tetap menghormati hak asasi manusia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati