Mitrapost.com – Seorang penjaga warung depan sekolah dasar (SD) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), inisial MD (60), diduga mencabuli 32 anak-anak. Aksi pencabulan itu terjadi saat korban membeli jajan di warung yang dijaga pelaku.
“Pelakunya yang dilaporkan itu pemilik warung di depan sekolah. Umurnya sekitar 60 tahun,” kata Sekretaris Shelter Warga Kelurahan Antang Dinas PPPA Makassar, Fony Ataul, Minggu (19/7/2026), dikutip Detik.
Kejadian terungkap setelah orang tua korban melapor terkait dugaan pencabulan pada Juni 2026. Awalnya, orang tua korban hanya melaporkan tiga korban, namun setelah dilakukan pendataan dan pendampingan oleh UPTD PPA Pemkot Makassar, diduga ada 29 korban lainnya.
“Saat rapat awal itu hanya ada tiga orang siswa yang diduga menjadi korban. Setelah dilakukan pendataan dan pendampingan, jumlahnya berkembang menjadi 32 siswa,” ujarnya.
Menurut laporan itu, pelaku mencabuli saat korban membeli makanan ringan ke warungnya. Aksi bejat tersebut dilakukan pelaku di jam istirahat, saat hendak pulang sekolah, maupun sebelum masuk kelas.
“Anak-anak biasanya datang jajan di warung itu saat datang sekolah, keluar main, maupun pulang sekolah. Di situlah mereka diduga mengalami pelecehan,” ungkapnya.
“Modusnya macam-macam. Ada yang dipegang dan diraba-raba. Bahkan ada salah satu korban yang sempat divisum karena mengalami luka robek pada alat kelaminnya,” lanjut dia.
Peristiwa pencabulan itu sempat dilaporkan ke polisi pada Juni 2026, kemudian dicabut. Namun, pada Jumat (17/7/2026) ada laporan lain yang masuk ke Polrestabes Makassar. Saat ini, pelaku ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka.
“Sudah melapor kembali lagi ada tiga LP masuk. Sudah juga ditahan pelakunya dari hari Jumat (17/7) itu,” kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar Iptu Ariyanto. (*)

Redaksi Mitrapost.com






