Pati, Mitrapost.com – Tempat wisata mangrove di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terus dilakukan penambahan tanaman. Upaya itu dilakukan untuk memikat wisatawan.
Tempat wisata mangrove itu bisa diakses masyarakat Pati maupun luar daerah secara gratis. Para wisatawan bisa menikmati pemandangan tanaman mangrove.
Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KMMD) Kabupaten Pati, Sukarno menyebut bahwa pihaknya akan menambah tanaman mangrove dengan jenis Bogem. Penambahan itu salah satu cara untuk menghidupkan wisata mangrove.
Menurut dia, wisata mangrove kini mulai diminati para wisatawan. Biasanya, para wisatawan itu berkunjung ke wisata mangrove pada hari minggu sore.
“Iya. Ini sudah ramai, walaupun belum ditarik masuk, biasanya kalau minggu atau sore itu ada orang-orang yang penasaran karena di medsos sudah muncul,” kata Sukarno.
Dia bilang empat jenis tanaman mangrove telah tumbuh di Pantai Tluwuk, diantaranya Avicennia, Bruguiera dan Rhizophora. Menurut dia, luasan mangrove di Tluwuk mencapai 25 hektar dengan panjang pantai 1 kilometer.
“Luasan mangrove di Tluwuk sekitar 25 hektar. Itu panjang pantainya 1 kilometer membentang batas Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana sampai Desa Kepoh, Kecamatan Wedarijaksa,” ujar dia.
Selain menghidupkan tempat wisata, tanaman mangrove juga memiliki sejumlah manfaat diantaranya menyerap polutan kandungan air.
“Ada segi kimia itu bisa menyerap polutan, dari segi biologi itu untuk pemijahan ikan, secara fisik itu bisa meredam gelombang pasang. Menghidupkan kembali habitat burung. Karena menurut penelitian itu satu hektar mangrove itu bisa menghasilkan pupuk senilai enam ton per tahun. Jadi bisa meningkatkan kesuburan perairan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






