Mitrapost.com – Terduga pelaku pencabulan terhadap 12 anak di Sukabumi, Jawa Barat, berdalih karena rasa sayang dan rindu untuk melancarkan aksinya. Pria lanjut usia (lansia) inisial MH (72) itu diduga melakukan perbuatan tak senonoh itu di area terbuka sekitar masjid.
“Sementara terduga melakukan itu ya dilakukan di depan masjid. Eh dengan modus dia sayang, merasa kangen,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono, Rabu (22/7/2026), dikutip Detik.
Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Sukabumi untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Ia berhasil dievakuasi dari amukan massa yang sempat menggerebek rumahnya pada Selasa (21/7/2026) malam.
Penyidik Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih berusaha mengumpulkan alat bukti, serta mendata seluruh korban. Sampai saat ini, menurut pemeriksaan, korban berjumlah sekitar 12 orang anak di bawah umur.
“Hari ini kita sudah mengamankan terduga. Namun kita lagi dalam pendalaman dengan jumlah, terhadap para korban pun kita lagi masih dalam tahap pemeriksaan dan pendataan,” jelas Hartono.
“Perangkat desa juga turun langsung mengamankan, dan kondisi terduga juga sehat, aman,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga berbondong-bondong menggerebek rumah kakek inisial MH (72) pada Selasa (21/7/2026) malam. Pria lanjut usia (lansia) itu diduga melakukan pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur.
Ketua RW setempat, Hendra (52), mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap secara tidak sengaja dari perkataan anak saat acara pengajian terntang perbuatan MH. Hal tersebut kemudian disampaikan ke orang tua.
“Pas di pengajian si anak itu teh nyeletuk, ‘urang oge dikitukeun’ (saya juga digituin). Akhirnya disampaikan ke orang tua,” kata Hendra, Selasa, dikutip Detik.
Para korban mengaku tidak berani melapor lantaran diancam terduga pelaku. MH disebut mengiming-imingi uang Rp2 ribu hingga Rp5 ribu agar korban tidak menceritakan hal tersebut ke orang lain.
Menurut dugaan sementara, korban pencabulan berjumlah 12 anak. Adapun para korban rata-rata merupakan anak perempuan dengan rentang usia yang masih sangat muda, mulai dari anak usia PAUD, SD, hingga yang hendak menginjak bangku SMP. (*)

Redaksi Mitrapost.com






