Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memasuki perdagangan Senin, 27 Juli 2026 dengan kecenderungan sideways hingga menguat terbatas.
Pasar akan dipengaruhi oleh musim rilis laporan keuangan semester I 2026, pergerakan harga komoditas, serta arus dana asing. Secara teknikal, area 6.200–6.250 menjadi support penting, sementara 6.380–6.450 menjadi resistance terdekat. Jika IHSG mampu bertahan di atas support tersebut, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka.
Berikut ini 5 saham berpotensi bergerak signifikan pada Senin, 26 Juli 2026.
- ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Saham ITMG menjadi salah satu emiten batu bara dengan margin laba dan arus kas yang kuat. Saham ini memiliki rekam jejak pembagian dividen yang menarik. Neraca keuangan perusahaan ini juga sehat.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 5%–8% di kisaran Rp25.700 — Rp26.400. Didiukung masih berada dalam tren naik setelah breakout. Harga batu bara yang relatif stabil menopang sentimen sektor energi.
Namun ada risiko penurunan harga batu bara global dan aksi profit taking setelah reli.
- ASII – PT Astra International Tbk
Saham ini berpotensi naik 5%–8% di kisaran Rp5.200 — Rp5.400. Secara fundamental, ASII memiliki konglomerasi dengan bisnis otomotif, alat berat, agribisnis, dan jasa keuangan.
Fundamental stabil dengan diversifikasi pendapatan. Didukung program buyback saham. Selain itu, valuasi masih menarik dan momentum teknikal mulai membaik.
Namun ada risiko perlambatan penjualan otomotif dan pelemahan daya beli masyarakat.
- TOBA – PT TBS Energi Utama Tbk
TOBA berpotensi naik 7%–12% di kisaran Rp500 — Rp520. Perusahaan ini memiliki transformasi bisnis menuju energi terbarukan dan kendaraan listrik. Ada diversifikasi pendapatan di luar batu bara.
Didukung saham ini mulai membentuk pola rebound dan volume transaksi meningkat. Namun ada risiko volatilitas cukup tinggi dan eksekusi proyek transisi energi.
- BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Saham ini berpotensi naik 4%–8% di kisaran Rp6.500 — Rp6.800. BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia, CASA tinggi, kualitas aset sangat baik, dan laba bertumbuh konsisten.
Didukung saham ini berpotensi kembali menjadi tujuan akumulasi investor institusi jika arus dana asing membaik. BBCA juga menjadi salah satu saham defensif terbaik di BEI.
Namun ada risiko sensitif terhadap arus keluar dana asing dan potensi profit taking.
- INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Saham ini berpotensi naik 5%–9% di kisaran Rp7.200 — Rp7.500. INDF merupakan emiten consumer dengan bisnis yang terdiversifikasi, arus kas stabil dan fundamental kuat.
Saham ini sering diuntungkan oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga. Didukung saham ini menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas pasar. Saham ini juga masuk dalam rekomendasi analis untuk perdagangan jangka pendek.
Namun ada risiko kenaikan harga bahan baku dan tekanan terhadap margin jika biaya produksi meningkat. (*)

Redaksi Mitrapost.com



