Saat IHSG Dibuka Melemah, Peluang Scalping Saham Terbaik Muncul dari Technical Rebound

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin, 27 Juli 2026, dibuka melemah di zona merah pada level 6.185,79 atau turun sekitar 0,17%, dibayangi oleh sentimen pasar atas mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Saat IHSG melemah, saham big cap seperti BMRI sering menjadi incaran trader untuk memanfaatkan technical rebound. Spread yang rapat dan volume transaksi yang tinggi membuat eksekusi masuk maupun keluar posisi relatif lebih mudah.

Selain itu, BMRI menjadi pilihan menarik untuk scalping karena merupakan salah satu saham perbankan dengan likuiditas terbesar di BEI.

CUAN — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk

Diketahui, CUAN dikenal memiliki volatilitas harian yang tinggi sehingga sering menjadi perhatian trader jangka pendek. Walaupun sensitif terhadap aksi profit taking, karakter pergerakannya yang agresif dapat membuka peluang scalping apabila terjadi pantulan dari area support intraday.

COCO — PT Wahana Interfood Nusantara Tbk

Jika tekanan jual di awal perdagangan mulai mereda dan terjadi peningkatan antrian beli, COCO yang termasuk saham berkapitalisasi menengah yang mampu bergerak cepat ketika volume meningkat, berpotensi memberikan peluang rebound intraday yang cukup menarik untuk strategi scalping.

PTRO — PT Petrosea Tbk

Berkat dukungan sentimen sektor pertambangan dan jasa tambang, saham PTRO tetap layak dipantau karena memiliki likuiditas yang baik dan sering bergerak mengikuti perkembangan harga komoditas.

Dalam kondisi IHSG melemah, saham PTRO berpotensi menunjukkan ketahanan relatif apabila sektor energi masih mendapat aliran dana.

BUMI — PT Bumi Resources Tbk

Diketahui, BUMI merupakan salah satu saham paling aktif diperdagangkan di BEI dengan volume transaksi yang sangat besar. Volatilitas intraday yang tinggi menjadikannya favorit trader harian.

Ketika pasar melemah, BUMI sering mengalami pergerakan dua arah yang cepat sehingga peluang scalping tetap terbuka selama didukung peningkatan volume dan pantulan teknikal dari level support. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati