Mitrapost.com – Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28 Juli 2026 tercatat melemah 0,89% atau turun 55,19 poin ke level 6.130,59, lantaran dipicu oleh koreksi pada sebagian besar indeks sektoral.
Untuk perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, peluang technical rebound masih terbuka apabila tekanan jual mulai mereda, namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Perhatian pasar masih tertuju pada arah kebijakan moneter global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta respons investor terhadap perkembangan domestik.
Oleh karena itu, saham dengan momentum, katalis sektoral yang jelas, dan likuiditas tinggi berpeluang menjadi pilihan utama dibandingkan saham yang hanya mengandalkan sentimen jangka pendek.
BMRI – Bank Mandiri Tbk
Tekanan yang terjadi pada saham perbankan besar dalam beberapa hari terakhir membuka peluang terjadinya technical rebound pada BMRI apabila IHSG kembali stabil, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.100.
Fundamental Bank Mandiri tetap kuat dengan kualitas aset yang terjaga dan pertumbuhan kredit yang masih menjadi salah satu yang terbaik di sektor perbankan nasional.
Saham ini juga memiliki likuiditas tinggi sehingga berpotensi menjadi tujuan masuknya dana institusi ketika tekanan pasar mulai mereda, dengan kisaran Rp4.130 – Rp4.200.
ANTM – Aneka Tambang Tbk
Diketahui, ANTM masih memperoleh dukungan dari prospek bisnis nikel dan emas yang relatif menarik di tengah tingginya volatilitas pasar global, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.890.
Saat IHSG berada dalam fase konsolidasi, saham berbasis komoditas seperti ANTM sering menjadi alternatif investasi karena memiliki katalis yang berbeda dibanding sektor domestik.
Selama harga komoditas tetap stabil, ANTM berpeluang menunjukkan performa lebih baik dibanding indeks dengan kisaran Rp2.925 — Rp2.977.
PGAS – Perusahaan Gas Negara Tbk
Diketahui, PGAS masih menarik karena sektor energi relatif defensif ketika pasar bergerak fluktuatif. Stabilitas permintaan gas domestik serta prospek distribusi energi memberikan sentimen positif bagi emiten ini, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.495.
Dari sisi teknikal, pelemahan sebelumnya berpotensi membuka ruang pemulihan apabila tekanan pasar mulai berkurang dengan kisaran Rp1.530 – Rp1.570.
KLBF – PT Kalbe Farma Tbk
Sektor kesehatan kembali menunjukkan ketahanan ketika volatilitas pasar meningkat. KLBF memiliki karakter defensif dengan arus kas yang stabil dan fundamental yang konsisten, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp700.
Dalam kondisi pasar yang masih berhati-hati, saham defensif seperti KLBF berpotensi menjadi tempat rotasi dana investor dengan kisaran Rp730 — Rp741.
PTRO – Petrosea Tbk
Diketahui, PTRO masih didukung prospek aktivitas pertambangan yang kuat dan sentimen belanja infrastruktur sektor energi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.680.
Saham ini beberapa kali menunjukkan kekuatan relatif dibanding IHSG ketika sektor komoditas memperoleh perhatian investor. Selama volume transaksi tetap terjaga, peluang melanjutkan momentum penguatan masih terbuka dengan kisaran Rp4.700 – Rp4.750. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






