Kematian Kepala Rumah Tangga Eks Jampidsus Febrie Menyisakan Misteri, Polisi Masih Selidiki

Mitrapost.com – Kematian seorang kepala rumah tangga tersangka korupsi Febrie Adriansyah, Surtrimo alias S, masih meninggalkan misteri. Terkait kasus ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan CCTV.

Hal ini disampaikan oleh Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Pihaknya telah meminta rekaman CCTV dari klinik dan RS Muhammadiyah Taman Puring untuk dianalisis oleh tim digital forensik.

“Proses penyelidikan masih berlangsung. Penyelidik akan melanjutkan klarifikasi terhadap dokter dan saksi lainnya, melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik,” ujar Budi, Jumat (31/7/2027), dikutip Detik.

Sementara itu, sebanyak lima saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengemudi ambulans berinisial AZ dan MOP, pemilik perusahaan ambulans berinisial MZ, MA yang pernah berkomunikasi dengan Sutrimo, dan AAS selaku driver ambulans yang membawa korban ke rumah sakit.

“Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum S dibawa ke rumah sakit hingga proses pengantaran jenazah ke Banyumas,” kata Budi.

S diduga meninggal dan dibawa menggunakan ambulans dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7) sekitar pukul 09.10 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan medis, S dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian diberangkatkan sekitar pukul 12.45 WIB menuju Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

Sebelumnya, kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie, Sutrimo, dikabarkan tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Kamis (23/7/2026). Namun, saat sedang dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak bisa terselamatkan.

Menurut foto yang beredar di media sosial, tampak keluar busa dari mulut Sutrimo. Kendati demikian, berdasarkan keterangan dokter, saat korban tiba di rumah sakit tidak ditemukan busa, sehingga jenazah langsung ditangani dan dipulangkan ke Banyumas, Jawa Tengah.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah Sutrimo meninggal karena sakit, tindak pidana, atau penyebab lainnya. Namun, pihaknya membuka kemungkinan untuk melakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Nanti akan dilakukan ekshumasi. Itu sudah tahap akhir, karena kan ada tahapan-tahapannya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Selasa (28/7/2027), dikutip Kompas.

“Ekshumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan, kita mencari tahu akibat kematian seseorang,” kata Budi lagi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati