Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (3/8/2026) diperkirakan menguat karena momentum pasar masih positif. Volatilitas harian juga masih tinggi, sehingga banyak peluang untuk scalping.
Aktivitas perdagangan menunjukkan masih ada peluang pergerakan harga. Sementara, beberapa sektor yang diperkirakan memimpin termasuk basic materials, consumer nonprimer, hingga kesehatan.
Berikut kami rangkum beberapa saham yang potensial untuk scalping hari ini!
BBCA (PT Bank Central Asia Tbk)
Likuiditas BBCA sangat tinggi dengan biaya transaksi rendah. Kinerja keuangan tetap kuat dengan profitabilitas dan kualitas aset yang konsisten. Menurut tren jangka pendek menunjukkan bullish dengan momentum positif. Buy saat breakout resistance dengan volume meningkat, kemudian Sell saat profit mencapai target 2-4% atau saat momentum mulai melemah.
BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk)
Fundamental BRMS didukung prospek produksi emas dan tembaga, sehingga sering menarik minat trader. Tren kenaikan masih bertahan, sementara harga masih belum overbought. Buy saat breakout resistance atau pullback ke EMA20 atau Sell dengan target 3–6% atau ketika volume mulai menurun.
BULL (PT Buana Lintas Lautan Tbk)
Likuiditas cukup baik ketika menjadi perhatian pasar. Secara teknikal, tren kenaikan harga masih bertahan, namun tetap masih harus menunggu konfirmasi. Tingkat harga di area ideal atau tidak overbought maupun oversold. Buy saat breakout area konsolidasi dengan volume tinggi, kemudian Sell dengan target profit 4-7% dengan tetap memerhatikan stop loss sekitar 2-3%.
PTBA (PT Bukit Asam Tbk)
Fundamental PTBA kuat dengan arus kas yang baik. PTBA dikenal sebagai emiten batu bara yang rutin membagikan dividen, meski tetap dipengaruhi siklus harga batu bara. Secara teknikal menunjukkan momentum positif dengan tingkat harga mendekati overbought. Buy saat pullback ke support, kemudian Sell saat target 3-5% tercapai atau saat momentum menurun.
ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk)
Fundamental ADRO tetap solid dengan bisnis energi yang kuat, sehingga menjadi salah satu saham yang direkomendasikan analis untuk strategi akumulasi saat pelemahan. Secara teknikal, golden cross mendukung tren naik. Buy on weakness di area support atau saat breakout resistance dengan volume meningkat. Sell saat mencapai target 3–6% atau ketika tingkat harga mendekati area overbought. (*)

Redaksi Mitrapost.com






