Pati, Mitrapost.com – Korban dugaan bullying yang merupakan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di salah satu Kabupaten Pati, Jawa Tengah direncanakan pindah sekolah.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOP3AKB) Kabupaten Pati menyatakan siap membantu komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Pati, Hartono mengatakan bahwa korban yang mengalami luka berat hingga kehilangan dua ruas jari tangan kiri itu, masih mengalami trauma.
“Memang korban ini ada trauma di sekolah itu, karena ada kejadian itu. Kemarin juga pada waktu saya ke sana juga minta untuk dibantu pindah sekolah ke sekolah negeri,” ujar Hartono
Ia menambahkan, korban menginginkan untuk pindah sekolah. Hal itu pun akan dibantu oleh DINSOP3AKB Kabupaten Pati untuk melakukan komunikasi dengan Disdikbud.
“Nanti kita akan bantu komunikasi dengan Disdik karena untuk sekolah ini menjadi kewenangan Disdik kalau di negeri,” tuturnya.
Selain membantu komunikasi dengan Disdikbud Pati, pihaknya juga bakal memberikan pendampingan secara psikologis dalam waktu dekat ini.
Diberitakan sebelumnya, keluarga korban, Sulistyono berharap kepada kepolisian untuk mengusut secara tuntas terkait dugaan kasus bullying di salah satu MTs Pati. Selain itu, korban juga rencananya akan pindah dari sekolah tersebut.
“Semoga kasus ini bisa ditangani oleh kepolisian dengan benar dan ada hasil yang terbaik,” jelasnya.
Untuk diketahui, dugaan kasus bullying itu terjadi pada Senin (27/07/2026) lalu. Kasus itu terjadi saat korban naik pagar untuk ke tempat wudhu.
Kejadian itu membuat jari korban terjepit sehingga menyebabkan dua jari tangan kiri putus. Korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. (*)

Wartawan Mitrapost.com






