Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 31,52 poin atau naik 0,50% ke level 6.351,13 pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, didorong oleh pergerakan positif sebagian besar sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Untuk perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas dengan kecenderungan bergerak selektif. Sentimen positif diperkirakan tetap berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor yang memiliki katalis fundamental yang jelas.
BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Diketahui, BMRI tetap menjadi salah satu saham unggulan karena sektor perbankan umumnya menjadi motor penggerak ketika IHSG memasuki fase penguatan, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.220.
Kinerja fundamental yang solid, pertumbuhan kredit yang konsisten, dan likuiditas transaksi yang tinggi membuat saham BMRI berpotensi melanjutkan penguatan apabila arus dana asing kembali masuk ke pasar dengan kisaran Rp4.240 – Rp4.285.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Di tengah penguatan IHSG, saham komoditas seperti ANTM berpotensi tetap menarik karena memiliki katalis yang berbeda dibanding sektor domestik, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.070.
Selama harga komoditas global tidak mengalami koreksi signifikan, ANTM yang relatif stabil akibat didukung prospek permintaan logam, khususnya nikel dan emas, berpeluang mempertahankan momentum positif, dengan kisaran Rp3.107 — Rp3.162.
BRIS – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk
Diketahui, saham BRIS berpotensi melanjutkan penguatan karena masih memperoleh dukungan dari pertumbuhan pembiayaan syariah dan meningkatnya perhatian investor terhadap sektor keuangan berbasis syariah, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.800.
Dalam hal ini, likuiditas yang tinggi serta posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia menjadi faktor yang mendukung pergerakan saham dalam jangka pendek, dengan kisaran Rp1.818 – Rp1.850.
PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk
Stabilitas permintaan gas domestik dan prospek pengembangan infrastruktur energi pada saham PGAS memberikan dasar fundamental yang cukup kuat, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.505.
Apabila sentimen positif di sektor energi berlanjut, saham PGAS yang menarik sebagai representasi sektor energi yang cenderung defensif berpotensi bergerak lebih baik dibanding IHSG, dengan kisaran Rp1.522 — Rp1.549.
AKRA – PT AKR Corporindo Tbk
Diketahui, AKRA memiliki peluang melanjutkan tren positif berkat kombinasi bisnis distribusi energi yang stabil dan kontribusi kawasan industri yang terus berkembang, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.445.
Karakter bisnis yang relatif defensif membuat saham AKRA tetap menarik ketika pasar bergerak positif namun masih dibayangi volatilitas, dengan kisaran Rp1.500 – Rp1.550. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com
