IHSG Ditutup Melemah, Perdagangan Saham Besok Berpeluang Rebound Selektif

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69% ke level 6.365,37, yang terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang mayoritas berada di zona hijau.

Untuk Rabu, 12 Agustus 2026, peluang pasar terlihat lebih tepat dibaca sebagai konsolidasi dengan peluang rebound selektif, dengan penentuan area 6.350–6.400 yang dijadikan sebagai zona penting untuk melihat apakah koreksi hanya profit taking atau berkembang menjadi tekanan lanjutan.

PSAB — PT J Resources Asia Pasifik Tbk

Pada 10 Agustus 2026, PSAB menjadi saham dengan kenaikan terbesar di KOMPAS100, yaitu +11,47%, sekaligus mencatat net accumulation Rp19,58 miliar, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp515.

Kombinasi kenaikan harga, akumulasi, dan dukungan harga emas membuat PSAB memiliki alasan yang lebih konkret untuk tetap diperhatikan pada sesi berikutnya dengan kisaran Rp520 – Rp525.

ARCI — PT Archi Indonesia Tbk

Diketahui, ARCI masih menarik karena pergerakannya berada dalam kelompok saham emas yang memperoleh perhatian pasar ketika harga emas berada pada level tinggi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.265.

Sementara itu, analisis teknikal yang tersedia sebelumnya mencatat bahwa saham ARCI telah melakukan breakout resistance dengan peningkatan volume.

Dengan IHSG yang sedang melakukan konsolidasi, ARCI memiliki katalis yang lebih spesifik daripada saham yang hanya bergantung pada arah indeks. Karena itu, kenaikan berikutnya lebih sehat apabila disertai volume yang kembali meningkat dengan kisaran Rp1.270 — Rp1.287.

BRMS — PT Bumi Resources Minerals Tbk

Analisis teknikal sebelumnya menilai bahwa struktur bullish BRMS masih terjaga selama support penting tidak ditembus, sekaligus memiliki kombinasi momentum sektor emas dan struktur teknikal yang positif, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp615.

Artinya, peluang pergerakan signifikan memang ada, tetapi validitasnya sangat bergantung pada kemampuan saham mempertahankan area support dan melanjutkan volume transaksi, yang diperkirakan menaik dengan kisaran Rp630 – Rp670.

MDKA — PT Merdeka Copper Gold Tbk

Pada 10 Agustus 2026, MDKA menjadi salah satu saham yang memperoleh foreign inflow sekitar Rp73,8 miliar dan ditutup sebagai salah satu dari lima saham dengan kenaikan terbesar di KOMPAS100, yaitu +3,40%, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.040.

Ketika IHSG secara keseluruhan turun 0,69%, MDKA justru mampu mempertahankan kekuatan relatif yang membuatnya menarik untuk skenario relative strength, dengan kisaran Rp3.076 — Rp3.177.

BBCA — PT Bank Central Asia Tbk

Saham BBCA diketahui dapat digunakan sebagai anchor dari sektor perbankan karena karakter pergerakannya lebih likuid dan fundamentalnya lebih defensif dibanding saham komoditas di atas, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp6.375.

Ketika IHSG turun pada 10 Agustus 2026, BBCA justru termasuk saham dengan foreign inflow sekitar Rp75,1 miliar, memberikan sinyal bahwa sebagian dana asing masih memilih mempertahankan eksposur pada BBCA, yang diprediksi menaikkan perdagangan dengan kisaran Rp6.450 – Rp6.600. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati