Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,23 persen ke level 6.388 pada awal perdagangan Kamis (13/8/2026).
IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound, dengan sektor energi, infrastruktur, komoditas, dan saham berbasis emas menjadi perhatian investor. Namun, volatilitas dan aksi profit taking tetap perlu diwaspadai.
Berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan.
- HRTA — Hartadinata Abadi Tbk
Saham ini berpotensi naik +4% sampai +9% di kisaran Rp2.300 — Rp2.400. Saham ini memiliki fundamental yang menarik. Dimana pendapatan kuartal I 2026 melonjak, laba bersih meningkat, dan volume penjualan emas murni juga naik.
Didukung harga emas tinggi, pertumbuhan penjualan kuat, momentum teknikal. Meski begitu, ada risiko koreksi emas, profit taking, volatilitas saham.
- CDIA — Chandra Daya Investasi Tbk
Saham ini termasuk salah satu saham yang potensial untuk masuk watchlist. Secara fundamental, pendapatan saham ini tumbuh, meskipun laba mengalami penurunan. Perusahaan tetap berfokus pada penyelesaian proyek, pengoperasian aset baru, serta peningkatan kontribusi pendapatan pihak ketiga.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 3% sampai 7% di kisaran Rp760 — Rp790. Momentum teknikal, bisnis infrastruktur terintegrasi, proyek baru dapat menjadi pendukung kenaikan saham ini. Namun ada risiko penurunan laba, valuasi, potensi profit taking.
- DSSA — Dian Swastatika Sentosa Tbk
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.040 — Rp1.100 atau 4% sampai 8%. DSSA menjadi salah satu setup paling menarik. BRI Danareksa mencatat saham masih bullish setelah breakout.
Kemudian ada dukungan dari arus asing. Namun, DSSA juga sedang melakukan pengalihan saham treasury, sehingga suplai saham perlu diperhatikan. Ada dukungan dari breakout, foreign flow positif, bisnis energi dan infrastruktur digital.
Namun ada risiko potensi tambahan suplai saham treasury, volatilitas, profit taking.
- PTRO — Petrosea Tbk
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp5.800 — Rp6.000 atau 5% sampai 10%. PTRO masuk daftar saham dengan volume tinggi pada laporan perdagangan 13 Agustus.
Secara fundamental, Petrosea memiliki eksposur pada jasa pertambangan, EPC, logistik, dan infrastruktur. Diversifikasi PTRO ke proyek mineral, EPC dan contract mining juga menjadi faktor pendukung jangka menengah. Didukung kontrak besar, volume tinggi, eksposur pertambangan dan mineral. Namun ada risiko volatilitas tinggi, harga komoditas, risiko eksekusi proyek.
- BREN — Barito Renewables Energy Tbk
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp3.900 — Rp4.000 atau 4% sampai 8%. BREN menarik untuk diperhatikan karena sektor infrastruktur menjadi sektor dengan kenaikan terbesar pada 12 Agustus.
Kinerja ditopang operasi panas bumi yang stabil dan peningkatan produksi listrik dari segmen angin. Namun BREN memiliki risiko sentimen indeks karena sebelumnya dikeluarkan dari MSCI Global Standard pada review Mei 2026.
Didukung bisnis EBT, arus kas operasional, sektor infrastruktur menguat. Namun ada risiko sentimen MSCI, valuasi, profit taking. (*)

Redaksi Mitrapost.com






