Mitrapost.com – Heboh Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), marah terkait transparansi data bantuan logistik kepada korban gempa. Peristiwa itu terekam kamera dan videonya viral di media sosial.
Video itu menampakkan Camat bernama Agustinus Supratman membanting paket di depan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan narasi video, ia merasa keberatan untuk menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) barang.
Menurutnya, surat tersebut mencantumkan jumlah bantuan yang melimpah. Namun, di lapangan bantuan tersebut sangat terbatas dan tidak mencukupi untuk penyaluran ke 21.171 korban gempa bumi yang tersebar di 11 desa di wilayahnya.
“Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak,” ujar Agustinus kepada petugas BNPB dalam video.
“Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya,” lanjut dia lagi.
Lebih lanjut, ia mengatakan tidak menolak bantuan, melainkan meminta transparansi data terkait penyaluran bantuan tersebut. Pasalnya, ia menilai ada ketidaksesuaian data administrasi yang tertera di laporan dengan kondisi riil di lapangan.
“Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong,” kata Agustinus.
“Saya sudah tidak kuat lagi, saya stres. Bapak datang hanya tekan saya. Kita urus masyarakat, jangan bawa jabatan di sini,” tambahnya lagi.
Agustinus juga meminta kepala desa untuk datang ke posko dan menyaksikan sendiri ketersediaan bantuan logistik.
Lamba Leda Utara disebut menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah pasca gempa M 7,7 di NTT. Seluruh 11 desa di kecamatan ini terdampak dan membutuhkan bantuan darurat berupa beras, air minum, obat-obatan, tenaga medis, genset/listrik, hingga jaringan internet.
Namun, dari 11 desa, sembilan desa di wilayah tersebut dilaporkan belum tersentuh pelayanan medis akibat terkendala evakuasi. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat mengunjungi Desa Satar Kampas di Lamba Leda Utara pada Senin (17/8/2026) untuk menyerahkan bantuan genset dan velbed.
Sementara itu, saat ini Agustinus menegaskan akan fokus memastikan penanganan korban gempa dan mengawal distribusi logistik agar tetap sampai secara transparan dan merata.
“Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu dan bergelut dalam situasi tersebut. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu,” ujar Agustinus, dikutip Kompas. (*)

Redaksi Mitrapost.com






