Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan tren positif usai menguat. Meski begitu, investor perlu mewaspadai potensi gap up maupun gap down saat perdagangan kembali dibuka pada Rabu karena Selasa, 25 Agustus merupakan hari libur bursa.
Berikut ini 5 saham berpotensi bergerak signifikan pada Rabu, 26 Agustus besok.
- INCO — Vale Indonesia Tbk
Saham ini berpotensi naik 8% sampai 15% di kisaran Rp5.600 — Rp6.000. INCO menjadi top pick saya karena kombinasi fundamental dan momentum komoditasnya sangat kuat.
Kinerja semester I 2026 saham ini sangat kuat. Pendapatan naik dan laba bersih melonjak. Produksi nikel matte kuartal II juga naik.
Didukung laba tumbuh lebih dari 300%, pendapatan naik 27%, produksi nikel meningkat, prospek komoditas nikel, dan target analis berada di atas harga acuan.
Namun ada risiko harga nikel global turun, tekanan jual setelah kenaikan, sentimen komoditas global, dan risiko gap akibat libur bursa.
- MBMA — Merdeka Battery Materials Tbk
Harga saham berpotensi naik 7% sampai 14% atau di kisaran Rp600 — Rp640. MBMA menarik karena memiliki eksposur terhadap nikel dan rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik.
Pada kuartal I 2026, pendapatan MBMA naik. Didukung kondisi keuangan yang berbalik mencatat laba. EBITDA tumbuh sangat kuat, eksposur nikel dan baterai EV, dan target teknikal masih cukup jauh di atas harga acuan.
Namun ada risiko harga nikel, kebutuhan modal besar, risiko proyek dan ekspansi, serta volatilitas saham komoditas.
- FORE — Fore Kopi Indonesia Tbk
Saham ini menjadi pilihan menarik di luar sektor komoditas. Potensi kenaikan saham ini mencapai 4% sampai 10% atau di kisaran Rp860 — Rp910.
Fundamental FORE juga cukup kuat. Pendapatan semester I 2026 naik, penjualan tumbuh lebih dari 50%, EBITDA tumbuh 65%, laba bersih naik 34%, ekspansi gerai masih berjalan, dan momentum teknikal positif.
Namun ada risiko valuasi relatif tinggi, persaingan industri F&B, daya beli konsumen, dan risiko profit taking setelah kenaikan.
- TLKM — Telkom Indonesia Tbk
Saham ini berpotensi naik 5% sampai 9% di kisaran Rp2.700 — Rp2.800. TLKM menarik sebagai pilihan yang lebih defensif dibanding saham komoditas.
Bisnis infrastruktur B2B juga tumbuh 19%, sementara pemulihan bisnis mobile membantu kinerja Telkomsel. Didukung arus kas operasional kuat, bisnis mobile mulai pulih, infrastruktur digital berkembang, dan fundamental relatif stabil.
Namun ada risiko pertumbuhan pendapatan relatif moderat, persaingan industri telekomunikasi, tekanan belanja modal, dan potensi profit taking IHSG.
- BRMS — Bumi Resources Minerals Tbk
Saham ini berpotensi naik 5% sampai 12% atau di kisaran Rp760 — Rp810. BRMS masih menarik untuk trader agresif karena momentum harga emas dan karakter sahamnya yang volatil.
Data teknikal juga menunjukkan sinyal strong buy, dengan seluruh moving average utama memberikan sinyal beli. Namun, ada catatan fundamental yang harus diperhatikan.
Didukung harga emas menjadi katalis, momentum teknikal sangat kuat, kapasitas produksi berpotensi meningkat, dan likuiditas tinggi.
Namun ada risiko fundamental semester I melemah, harga emas dapat terkoreksi, volatilitas sangat tinggi, dan risiko profit taking setelah reli. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






