Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, dibuka menguat sebesar 13,97 poin atau 0,21 persen ke level 6.535,72, dipicu oleh meredangnya kekhawatiran pasar serta pencermatan investor terhadap sentimen global, dengan proyeksi gerak yang cenderung mendatar (sideways).
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
LUCY — PT Lima Dua Lima Tiga Tbk
Diketahui, saham LUCY sedang menunjukkan aktivitas transaksi dan momentum yang sangat kuat pada 26 Agustus dengan pencapaian volume sekitar 850 ribu lot, sementara indikator teknikal menunjukkan strong uptrend.
MDKA — PT Merdeka Copper Gold Tbk
Diketahui, MDKA menarik karena merupakan saham tambang dengan likuiditas dan volatilitas yang cukup untuk trading intraday. Pada 27 Agustus MDKA berada di sekitar Rp3.030 dengan range harian Rp2.980–Rp3.080.
Dalam IHSG hijau, MDKA layak dipantau apabila harga mampu melewati high awal perdagangan dengan dukungan volume, terutama karena saham komoditas cenderung responsif terhadap perubahan sentimen pasar dan harga logam.
KOBX — PT Kobexindo Tractors Tbk
Karakter saham KOBX sebagai momentum small/mid-cap seperti ini dapat menghasilkan range intraday yang lebih lebar ketika volume masuk. Namun dibanding MDKA atau AMRT, likuiditasnya perlu diperiksa langsung di running trade hari ini.
MYOR — PT Mayora Indah Tbk
Ketika IHSG menguat, saham MYOR menarik apabila terjadi rotasi dana ke sektor konsumsi. Untuk scalping, pendekatannya lebih cocok buy on weakness dekat support intraday, kemudian mengambil profit pada rebound, daripada mengejar kenaikan vertikal.
AMRT — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Diketahui, saham AMRT cocok sebagai kandidat anchor scalping karena bisnis ritel dan basis transaksi yang besar membuat pergerakannya relatif lebih terukur. Dalam IHSG hijau, AMRT menarik bila mampu mempertahankan area pembukaan dan mulai mencetak higher high. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





