Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.538,12 atau naik sekitar 0,19% pada awal perdagangan Selasa, 1 September 2026. Pasar mencermati adanya rilis data ekonomi nasional serta dampak penyesuaian (rebalancing) portofolio MSCI yang mulai diberlakukan pada awal September ini.
Meski begitu, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham yang cocok untuk scalping!
DSSA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Karakter DSSA yang relatif volatil membuat range intraday lebih menarik untuk scalper. Dalam kondisi IHSG menguat, DSSA layak dicari jika mampu mempertahankan harga pembukaan dan volume beli terus meningkat.
ANTM — PT Aneka Tambang Tbk
Diketahui, ANTM menarik karena kombinasi momentum komoditas dan likuiditas. Saham ini juga sebelumnya termasuk saham yang mendapat net buy asing cukup besar, dan fundamental emas menjadi katalis yang relevan.
TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk
Diketahui, TPIA cocok untuk scalping karena merupakan saham besar dengan pergerakan yang cukup responsif terhadap arus dana institusi. Namun, perlu ekstra hati-hati karena pada perdagangan 31 Agustus TPIA termasuk saham yang paling banyak dijual asing.
BRPT — PT Barito Pacific Tbk
Diketahui, BRPT menarik sebagai momentum play karena karakter pergerakannya cenderung lebih agresif daripada saham defensif. Saham ini juga pernah menjadi salah satu kontributor penguatan IHSG bersama DSSA dan TPIA.
Dalam kondisi pasar hijau, BRPT cocok dipantau untuk breakout intraday, tetapi jangan mengejar apabila kenaikannya sudah terlalu vertikal.
BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Diketahui, BMRI menawarkan likuiditas besar sehingga eksekusi masuk-keluar posisi relatif lebih nyaman untuk scalping. BMRI juga pernah menjadi saham dengan net buy asing terbesar ketika pasar mengalami penguatan, menunjukkan sensitivitasnya terhadap arus dana institusional.
Untuk hari ini, BMRI menarik apabila sektor bank ikut menjadi motor IHSG dan harga bertahan di atas opening price. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


