Awal September IHSG Tunjukan Momentum Positif, Ini 5 Saham Potensial

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal September menunjukkan momentum positif. IHSG sempat melonjak 1,14% ke 6.599,94 pada Selasa, 1 September, didorong penguatan saham perbankan dan sejumlah saham energi. Indeks juga masih sempat bergerak positif pada awal sesi, meskipun bursa Asia cenderung tertekan.

Berikut ini 5 saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Kamis, 3 September 2026.

  1. CUAN — Petrindo Jaya Kreasi Tbk

Saham ini berpotensi naik 7% sampai 15% di kisaran Rp970 — Rp1.000. Saham ini menjadi pilihan paling agresif.

Didukung momentum harga sangat kuat, laba semester I melonjak, pendapatan tumbuh hampir 60%. Selain itu, eksposur batu bara dan bisnis pertambangan. Serta mendapat rekomendasi BUY dari BRI Danareksa.

Namun ada risiko sudah naik tajam sehingga rawan profit taking, sensitif terhadap harga batu bara, volatilitas sangat tinggi, risiko mengejar harga jika pembukaan langsung gap up.

  1. BMRI — Bank Mandiri

Saham ini menjadi pilihan utama dari sektor perbankan. Potensi kenaikan saham ini berkisar 4% sampai 8% di kisaran Rp4.500 — Rp4.700.

Didukung pertumbuhan laba kuat, kredit tetap tumbuh, fundamental bank besar relatif solid, momentum sektor perbankan, dan berpotensi mendapat manfaat dari kondisi suku bunga domestik.

Namun ada risiko NIM masih tertekan, profit taking setelah kenaikan, risiko perlambatan ekonomi, serta sentimen rupiah dan arus dana asing.

  1. ANTM — Aneka Tambang Tbk

Saham ini memiliki fundamental yang kuat. Dimana ANTM mencatatkan laba bersih naik pada semester I 2026, dengan emas sebagai kontributor terbesar penjualan.

Potensi kenaikan saham ini berkisar 5% sampai 10% atau Rp3.200 — Rp3.400. Didukung laba tumbuh 34%, penjualan emas sangat besar, harga emas menjadi katalis, eksposur nikel dan emas. Selain itu, fundamental jauh lebih kuat dibanding sekadar momentum teknikal.

Namun ada risiko harga emas dapat mengalami koreksi, harga nikel fluktuatif, profit taking setelah reli, dan sentimen komoditas global.

  1. ESSA — ESSA Industries Indonesia Tbk

Saham ini berpotensi naik 5% sampai 10% di kisaran Rp730 — Rp760. ESSA menarik untuk trading karena momentum harga cukup kuat. Saham ESSA juga masuk radar MNC Sekuritas untuk 2 September.

Didukung laba naik lebih dari dua kali lipat dan pendapatan tumbuh 36%. Kemudian harga amonia menjadi katalis. Ditambah momentum teknikal masih kuat.

Namun ada risiko harga amonia bersifat siklikal, saham sudah mengalami kenaikan cepat, potensi profit taking, dan risiko penurunan harga komoditas.

  1. ASII — Astra International Tbk

Potensi kenaikan saham ini mencapai 3% sampai 7% atau di kisaran Rp5.100 — Rp5.300. Tekanan terutama datang dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat. Namun, diversifikasi Astra ke otomotif, jasa keuangan, alat berat, infrastruktur, dan agribisnis menjadi penyangga fundamental.

Kemudian harga relatif masih menarik setelah tekanan sebelumnya, momentum rebound mulai terbentuk, ada potensi pemulihan semester II, dan rekomendasi BUY dari BRI Danareksa.

Namun ada risiko pendapatan dan laba masih tertekan, bisnis otomotif dan alat berat sensitif terhadap daya beli, harga batu bara atau emas memengaruhi beberapa anak usaha, dan foreign flow masih menjadi perhatian. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati