Mitrapost.com – Kondisi pasar saham pada hari ini, Senin (31/8/2026), menunjukkan penguatan tipis. Pada akhir bulan, ada proses peninjauan dan penyesuaian berkala atas daftar saham di Morgan Stanley Capital International (MSCI), sehingga volatilitas meningkat.
Volatilitas harga di pasar saham menarik bagi trader karena banyak peluang saat rebound untuk mendapatkan profit cepat. Fokus pada saham likuid, volume besar, dan spread tipis. Hindari mengejar saham yang sudah naik tajam
Berikut ini kami rangkum sejumlah saham yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang potensial untuk scalping hari ini!
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
DSSA menarik bagi trader karena bisnisnya terdiversifikasi di sektor komoditas siklikal, terutama energi dan pertambangan. DSSA juga menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar pada minggu lalu, sehingga likuiditasnya tinggi. Secara teknikal, harga menunjukkan momentum positif dengan tren bullish kuat. Tetapkan target sekitar 3-6% karena rawan profit taking.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)
INET menarik untuk scalping karena frekuensi dan volume transaksi sangat tinggi. Secara teknikal, momentum mengindikasikan momentum kuat dengan tren bullish jangka pendek. Buy saat pullback setelah kenaikan tajam, kemudian tetapkan target 3-7% dan Sell saat momentum melemah.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
BUMI memiliki likuiditas sangat tinggi dan merupakan salah satu saham paling aktif di BEI. Perusahaan bergerak di sektor batu bara sehingga kinerjanya sensitif terhadap harga komoditas, tetapi justru volatilitas tersebut menarik bagi scalper. Ada peluang golden cross sebagai sinyal beli dengan kenaikan lanjutan. Tetapkan target 2-5% untuk scalping cepat, serta cut loss jika breakout gagal atau harga jatuh.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
ARCI bergerak di pertambangan emas, sehingga memiliki katalis dari harga emas. Likuiditasnya cukup baik untuk scalping ketika sektor emas sedang ramai. Trader menunggu konfirmasi golden cross sebagai sinyal entry. Tren diperkirakan masih bullish dengan tingkat harga ideal. Exit saat mencapai target 3-6% atau ketika harga mulai overbought.
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
KIJA bergerak di kawasan industri/properti. Untuk scalping, daya tarik utamanya bukan fundamental defensif, tetapi likuiditas dan volatilitas. Sinyal beli positif dan jangan menunggu harga terlalu tinggi. Tetapkan target 3-7% dari entry, kemudian jual ketika volume mulai mengecil atau melemah. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





